Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Bullying 13 Siswi SMP Ciputat Jadi Alarm, KPAI Desak Pelaku Diproses

KPAI soroti kasus bullying di SMPN 10 Ciputat, di mana 13 siswi dipaksa minum kopi campur cuka. KPAI minta pelaku tanggung jawab dan dukungan pemulihan korban.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Bullying 13 Siswi SMP Ciputat Jadi Alarm, KPAI Desak Pelaku Diproses
Foto: Detik

Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti kasus belasan siswa SMPN 10 Ciputat, Tangerang Selatan, diduga di-bully kakak kelas dengan dipaksa meminum kopi campur cuka. KPAI meminta pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Saya kira tindakan yang demikian tidak boleh dibiarkan, pelaku harus diproses dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua, serta warung atau tempat anak itu nongkrong. Maka pihak pihak terkait itu harus ikut bertanggungjawab atas perilaku anak yang membahayakan teman-temannya," kata Ketua KPAI Aris Adi Leksono kepada wartawan, Senin (26/10/2026).

Aris menilai peristiwa itu menjadi alarm bahwa perundungan dan kekerasan di satuan pendidikan masih belum menemukan titik untuk mengakhirinya atau meminimalisir kejadiannya. Maka, kata dia, pihak sekolah harus semakin intensif berkoordinasi dengan orang tua dan masyarakat di lingkungan sekolah untuk selalu menguatkan sistem pencegahan.

"Mulai dari edukasi, sosialisasi yang harus masif, kemudian ada tim yang memiliki komitmen dan kompetensi bagaimana mencegah kekerasan terjadi dan juga tidak berhenti meskipun tidak ada kejadian, tapi harus masif berkelanjutan melakukan edukasi sosialisasi, termasuk koordinasi dengan pihak pihak di luar sekolah agar menciptakan lingkungan aman nyaman di sekolah," ucapnya.

Lebih lanjut, Aris menyebut kejadian ini menjadi peringatan untuk pemerintah pusat maupun daerah agar tidak sekadar berbicara merumuskan regulasi kebijakan. Dia minta agar pemerintah mengawal implementasi dari regulasi kebijakannya tersebut.

"Kami melihat dalam konteks implementasi perlu dukungan SDM yang punya komitmen, kompetensi dalam konteks melindungi anak, memiliki perspektif terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, termasuk bagaimana mengenali perubahan perilaku anak, perubahan psikis anak," ujarnya.

Atas kejadian itu, dia meminta agar para korban mendapatkan pendampingan untuk pemulihan, baik secara fisik maupun psikis. Pemerintah daerah pun diminta untuk turun tangan jika ada hal-hal yang menyangkut kebutuhan pengobatan hingga pulih.

"Proses bagaimana penentuan hukuman atau sanksi kepada para pelaku tentu harus dilakukan secara transparan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk orang tua. Jika memang ada unsur pidana, tentu penegak hukum yang kemudian dilibatkan," imbuhnya.

Heboh 13 Siswi SMP Ciputat Di-bully Senior

Seperti diketahui, belasan siswa SMPN 10 Ciputat diduga menjadi korban perundungan atau bullying kakak kelas. Mereka dipaksa mengikuti tantangan, yang kalah diminta meminum kopi campur cuka.

Kasus perundungan ini diungkap Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq. Ia awalnya menerima informasi dugaan perundungan tersebut dari masyarakat. Pihaknya kemudian melakukan pengecekan.

"Kita mendapatkan korban perundungan itu ada 13 siswi. Nah, ini cewek-cewek nih. Ini cewek-cewek, yang dilakukan oleh senior kelas mereka. Jadi kelas 3 kepada kelas di bawahnya," jelas Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq saat dihubungi, Sabtu (24/10/2026).

Bambang mengungkap perundungan ini diduga dilakukan di luar sekolah, yakni di salah satu warung di luar area sekolah. Menurutnya, para korban diduga dipaksa mengikuti tantangan yang diberikan kakak kelasnya. Siswi yang kalah diminta meminum campuran kopi, cuka, dan bawang putih.

"(Pakai cara) challenge. Misalnya kan, 'Lu, junior kan? Challenge nih'. Kalau ada yang kalah atau salah, langsung suruh minum itu. Informasi awal, itu kayak kopi liong dicampur cuka, dicampur bawang putih," ucap Bambang.

Bambang menyebut dari 13 siswi yang diduga menjadi korban, tiga orang dilaporkan menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami sakit perut.

"Ada 3 orang yang dirawat di rumah sakit infonya," ujarnya.

(fas/knv)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.