JawaPos.com - Kementerian Koordinator Bidang Pangan memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada sejumlah wilayah rawan seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan.
Langkah tersebut merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa sejumlah langkah sudah dilakukan seperti pembangunan sumur bor, pembuatan sekat kanal, hingga penyaluran air dari sungai menuju area yang berpotensi mengalami kebakaran.
Adapun, pada Kalimantan Selatan, penanganan karhutla mencakup lahan dengan luasan sekitar 13 ribu hektare. Di Kalimantan Tengah, pemerintah memfokuskan upaya di sejumlah titik yang disinyalir menjadi penyebab munculnya asap di Kota Palangka Raya dengan tiga kawasan yang dijadikan sasaran penanganan.
Pekerjaan sudah dilakukan sejak dua minggu lalu dengan melibatkan gabungan perusahaan kelapa sawit di Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia.
"Di Kalimantan Tengah, instalasi utamanya berada di Palangka Raya. Kita menargetkan tiga poligon utama yang sejak dua minggu lalu sudah mulai dikerjakan bersama gabungan perusahaan kelapa sawit Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia," ujar Hanif setelah mengikuti rapat penanggulangan karhutla Kalimantan Tengah di Hotel Santika Premiere, Slipi, Jakarta Barat, dikutip Sabtu (7/11).
Salah satu prioritas penanganan berada di Talawang Raya dengan luas sekitar 362 hektare. Pemerintah juga menyasar kawasan Sabaru, Sabangau, Palangkin, dan Hulu Merindu dengan total area penanganan sekitar 302 hektare.
Selain itu, perluasan penanganan direncanakan di kawasan Palangka Sau, mulai dari Palangka Raya hingga Jembatan Tumbang Nusa sepanjang sekitar 12 kilometer.
Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pangan berencana melibatkan Asosiasi Pertambangan Indonesia atau Indonesia Mining Association (IMA) melalui koordinasi Forum Kepala Teknik Tambang.
Pemerintah juga mempertimbangkan usulan Wakil Bupati Kapuas untuk menambah lokasi penanganan di wilayah timur hingga tenggara Palangka Raya. Secara keseluruhan, terdapat empat lokasi yang menjadi sasaran penanganan. Dua di antaranya sudah dikerjakan, sementara sisanya segera menyusul.