JAKARTA, iNews.id - Upaya mencegah penularan tuberkulosis (TBC) di Jakarta masih menghadapi tantangan, terutama dalam melacak orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien. Padahal, mereka yang berisiko tertular perlu segera mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) agar tidak berkembang menjadi penderita TBC.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat cakupan pemberian TPT di DKI Jakarta meningkat hingga lebih dari 26 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dua hingga tiga tahun sebelumnya yang hanya mencapai 5 persen.
Meski menunjukkan kemajuan, pemerintah menilai penguatan pencegahan masih menjadi pekerjaan penting untuk memutus rantai penularan TBC. Pengobatan pasien yang sudah sakit perlu berjalan beriringan dengan pelacakan kontak erat dan pemberian obat pencegahan.