JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menceritakan pengalamannya bernegosiasi dengan negara-negara Afrika untuk mendapatkan pasokan minyak mentah bagi Indonesia. Dalam proses tersebut, dia mengaku menggunakan kedekatan identitas dan persaudaraan sebagai salah satu pendekatan saat melobi mitra dari kawasan tersebut.
Bahlil mengatakan, konflik geopolitik di Timur Tengah telah mengganggu pasokan minyak mentah ke Indonesia. Sekitar 23–25 persen pasokan minyak mentah nasional berasal dari negara-negara di kawasan tersebut dan melewati Selat Hormuz.
Hal ini mendorong pemerintah mencari sumber impor alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Salah satu kawasan yang didekati adalah negara-negara Afrika.