SAMARINDA, iNews.id - Kakek Sarno, warga Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, meminta masyarakat tidak lagi membakar lahan. Harapan ini diucapkan setelah cucunya meninggal usai mengalami sesak napas dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Duka tersebut semakin berat bagi keluarga karena sebelum kejadian, lingkungan tempat tinggal mereka di Jalan Diponegoro diselimuti kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kakek Sarno mengatakan, cucunya mengalami sesak napas hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Bayi tersebut kemudian dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU).