Jakarta -
Pemadam kebakaran (damkar) masih berusaha memadamkan api yang melalap gudang es krim di Jalan Industri Raya, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten. Petugas memerlukan alat berat untuk membantu proses pemadaman api.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Pemadam kebakaran masih berjuang memadamkan api di gudang es krim Tangerang. Alat berat diperlukan untuk mengurai puing-puing yang terbakar.
Jakarta -
Pemadam kebakaran (damkar) masih berusaha memadamkan api yang melalap gudang es krim di Jalan Industri Raya, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten. Petugas memerlukan alat berat untuk membantu proses pemadaman api.
"Masih merah. Penanganan memerlukan alat berat," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia Rahman, Rabu (21/10/2026).
BPBD Kota Tangerang menyampaikan telah berkomunikasi dengan pihak perusahaan untuk menyediakan alat berat. Namun, hingga saat ini, alat berat tersebut belum tiba di lokasi kebakaran.
Menurutnya, alat berat dibutuhkan petugas untuk mengurai material yang terbakar. Ia menyebut api masih muncul dari tumpukan benda-benda yang terbakar.
"Area yang terbakar tertutup banyak puing, harus diurai," katanya.
Dari video yang dikirim BPBD Kota Tangerang, api masih terlihat menyala dari tumpukan benda yang terbakar. Asap pun terlihat masih mengepul.
Andia menyebut, hingga saat ini, terdapat 50 personel pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi kejadian. Mereka dibantu 14 armada pemadam kebakaran.
Sebelumnya diberitakan, sebuah gudang yang memproduksi es krim di Jalan Industri Raya, Jatiuwung, Kota Tangerang, terbakar. Asap pekat di lokasi kebakaran membubung tinggi.
"Kebakaran di Gudang Momoyo," ujar Kapolsek Jatiuwung Kompol Kresna Perkasa dalam keterangannya, Selasa (20/10).
Berdasarkan keterangan saksi, api diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian merembet ke tempat penyimpanan kardus.
"Informasi dari saksi, awalnya ada percikan api dari korslet listrik yang menyambar ke tempat penyimpanan kardus di gudang tersebut hingga menyebabkan api membesar," ungkapnya.
(aik/eva)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.