Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Demo Karhutla, Massa Lempari Kantor Gubernur Kaltim dengan Sayur Busuk

Massa demonstran melempar sayuran busuk di Kantor Gubernur Kaltim, menuntut tanggapan atas kebakaran hutan, kelangkaan BBM, dan pemadaman listrik.

CNN Indonesia 3 menit baca 0 komentar
Demo Karhutla, Massa Lempari Kantor Gubernur Kaltim dengan Sayur Busuk
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) dilempari sayuran busuk oleh massa dalam demonstrasi yang diinisiasi oleh Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram), Rabu (4/11).

Aksi ini merupakan lanjutan demonstrasi pada 21 Oktober lalu terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kelangkaan BBM dan pemadaman listrik.

Jenderal lapangan (Jenlap) aksi, Wira Saguna Abyasa Harahap, mengatakan tuntutan demo kemarin masih berkaitan dengan aksi sebelumnya namun, ada dua tuntutan tambahan. Massa juga menilai pemerintah provinsi belum memberikan jawaban konkret atas tuntutan mereka.

"Kemudian ada dua tuntutan tambahan, yaitu memberikan kompensasi terhadap pengidap penyakit ISPA akibat karhutla, dan juga mencopot Sudarno dari tim ahli yang hari ini di masyarakat memprovokasi masyarakat," kata Wira kepada wartawan, Rabu (4/11).

Wira menjelaskan keputusan kembali turun ke jalan dipicu oleh Pemprov Kaltim yang belum memberikan jawaban memadai dan tindakan konkret setelah aksi 21 Oktober. 

"Hal yang mendasari kami turun hari ini adalah karena kemudian pemerintah atau Pemprov Kaltim tidak memberikan jawaban-jawaban yang konkret dan jawaban-jawaban yang kami inginkan setelah kami melaksanakan aksi pada 21 Oktober kemarin," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Ia menyebut komunikasi dengan humas Pemprov Kaltim sejauh ini hanya menghasilkan janji yang belum jelas realisasinya. 

"Hal-hal yang diberikan adalah janji-janji yang tidak pasti. Dan hari ini kami juga tidak mendengar atau mendapat jawaban yang kami inginkan sama sekali," lanjutnya.

Wira turut mempertanyakan ketidakhadiran Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud maupun Wakil Gubernur Seno Aji saat massa aksi mendatangi kantor gubernur. 

"Setidaknya gubernur atau wakil gubernur menemui kami. Kalau mereka nggak ada sama sekali artinya mereka takut sama kami," tegas Wira.

Demo ini diwarnai aksi simbolik melempar sayur-sayuran busuk sebagai bentuk kekecewaan atas pemadaman listrik yang masih kerap terjadi di Kaltim.

Salah seorang demonstran, Muhammad Khadafi mengatakan aksi simbolik itu merupakan gambaran keresahan masyarakat. Terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ikut terdampak.

"Ini sebagai bentuk keresahan dari masyarakat, apalagi UMKM. Seperti saya, ternak-ternak saya pada mati karena mati lampu," kata Khadafi.

Mahasiswa asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) itu mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman listrik. Ia menyebut persoalan tersebut telah berlangsung berbulan-bulan.

Di daerah asalnya, menurut Khadafi, pemadaman listrik kerap terjadi dalam tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut dinilai merugikan masyarakat karena mengganggu aktivitas sehari-hari hingga kegiatan usaha.

"Ini sudah berbulan-berbulan. Sudah berulang-ulang (mati lampu)," katanya.

Khadafi menyoroti Kaltim sebagai daerah penghasil batu bara, tetapi masyarakatnya masih merasakan pemadaman listrik. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ironi di tengah aktivitas pengerukan sumber daya alam yang berlangsung di Kaltim.

"Harapannya Pemprov bisa menyelesaikan lagi. Masa sudah banyak lubang tambang yang dikeruk, tapi masih mati lampu?" tutup Khadafi.

Baca selengkapnya di sini...

(wis/wis)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.