Washington DC -
Partai Demokrat mencatatkan serangkaian kemenangan awal dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) pada Selasa (3/11) waktu setempat. Setidaknya satu kursi Senat yang sebelumnya dikuasai Partai Republik berhasil direbut oleh kandidat Partai Demokrat, dengan terobosan terjadi di dapil DPR yang cenderung konservatif.
Partai Demokrat, seperti dilansir AFP, Rabu (4/11/2026), juga berhasil mempertahankan kursi-kursi penting di Senat, sementara pemilihan Gubernur negara bagian diwarnai kemenangan awal di Georgia. Hasil awal ini memperkuat indikasi bahwa Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik di ambang kekalahan telak.
Pemungutan suara dalam pemilu sela ini menjadi penilaian nasional terhadap masa jabatan kedua Trump yang penuh gejolak. Ketidakpuasan publik terkait biaya hidup, tarif, dan perang melawan Iran -- yang memicu lonjakan harga bahan bakar, telah menjadi beban berat bagi sang Presiden AS dan partainya.
Sinyal bahaya bagi Partai Republik mulai muncul sejak penghitungan suara dimulai.
Partai Demokrat berhasil merebut satu kursi DPR yang sebelumnya dipegang Partai Republik di negara bagian North Carolina, yang dimenangkan Trump dengan mudah dalam pilpres tahun 2024.
Meskipun kendali atas Kongres belum bisa dipastikan, namun hasil awal ini membuka kemungkinan bagi kemajuan lebih luas bagi Partai Demokrat ke wilayah-wilayah yang selama ini dianggap basis aman bagi Partai Republik.
Dalam pukulan lainnya untuk Partai Republik, mantan Wali Kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms, dari Partai Demokrat diproyeksikan memenangkan pemilih Gubernur Georgia. Bottoms mencetak sejarah sebagai Gubernur perempuan kulit hitam pertama di negara bagian tersebut, sekaligus mengakhiri 24 tahun kekuasaan Partai Republik di Georgia.
Meski demikian, Partai Republik juga mencatatkan sejumlah kemenangan penting. Salah satunya di Florida, di mana Byron Donalds, kandidat yang didukung Trump, memenangkan pemilihan Gubernur dan menjadi Gubernur kulit hitam pertama di negara bagian tersebut.
Politikus Partai Republik, Ashley Moody, berhasil mempertahankan kursinya di Senat AS mewakili Florida.
Partai Demokrat Ciptakan Terobosan di Senat AS
Kandidat Partai Demokrat, Roy Cooper, yang juga mantan Gubernur North Carolina, mencatatkan salah satu hasil paling krusial dalam pemilu sela AS dengan mengalahkan kandidat Partai Republik, Michael Whatley, juga juga mantan Ketua Komite Nasional Partai Republik yang dipilih langsung oleh Trump.
North Carolina telah tiga kali memilih Trump dalam pilpres AS, namun Cooper berhasil meraih kemenangan setelah berkampanye dengan janji menurunkan biaya hidup. Dia akan menggantikan Senator Thom Tiillis dari Partai Republik yang memutuskan pensiun.
Di Georgia, Senator Jon Ossoff, yang merupakan tokoh Partai Demokrat yang sedang naik daun dan dianggap calon potesial untuk pilpres 2028, berhasil mengalahkan penantangnya dari Partai Republik, sekaligus mempertahankan kursi Senat yang harus diamankan oleh partainya.
Partai Demokrat juga berhasil mempertahankan kursi Senat yang kosong untuk negara bagian New Hampshire, di mana kandidat mereka, Chris Pappas, terpilih dan mencatatkan sejarah sebagai pria gay pertama yang menjadi Senator AS.
Partai Republik sebelumnya menguasai 53 kursi dari total 100 kursi Senat AS. Dengan posisi itu, Partai Demokrat yang kini memilih 47 kursi Senat, membutuhkan tambahan empat kursi untuk bisa mengambil alih kendali.
Sementara itu, seluruh 435 kursi DPR AS diperebutkan dalam pemilu sela ini, dengan Partai Demokrat hanya perlu memenangkan tiga kursi tambahan untuk merebut kendali mayoritas dari Partai Republik.
Pemimpin Partai Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, mengatakan kepada wartawan bahwa AS kini "berada di ambang perubahan arah yang dramatis".
(nvc/dhn)