PARIS, iNews.id - Presiden PrancisEmmanuel Macron menuding ada pihak yang sengaja menebar kekacauan di tengah demonstrasi rusuh yang melanda negaranya. Dia berjanji menuntut dan menghukum para pelaku kekerasan yang merusak fasilitas umum, menjarah toko, hingga bentrok dengan polisi.
Demonstrasi yang berlangsung di berbagai kota di Prancis pada Sabtu (17/10/2026) itu diikuti ratusan ribu orang, termasuk pelajar dan mantan aktivis gerakan "rompi kuning". Aksi yang awalnya menyuarakan penolakan terhadap tingginya biaya hidup dan penurunan layanan publik tersebut berubah menjadi kerusuhan.
Macron menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan kelompok perusuh merusak institusi negara dan menghalangi masyarakat yang ingin menyampaikan tuntutan secara damai.