JawaPos.com - Pernyataan Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan mengenai oksigen dari hutan Indonesia menjadi polemik yang memicu perdebatan di kawasan Asia Tenggara.
”Kita bukan hanya mengirim asap, tapi kalau asapnya enggak ada, kita mengirim oksigen. Oksigen Singapura dan Malaysia itu kan datang dari hutan-hutan kita,” kata Syahganda.
Pernyataan itu menuai beragam tanggapan, termasuk perdebatan mengenai sumber oksigen dan kontribusi hutan terhadap udara yang dihirup masyarakat.
Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah Badan Komunikasi (Bakom) Ulta Levenia menegaskan, pesan utama pernyataan tersebut adalah pentingnya menjaga alam dan menyadari kontribusi hutan Indonesia terhadap keseimbangan lingkungan.
”Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kerusakan ekosistem, serta dampak kabut asap lintas negara,” papar Ulta Levenia.
Ulta menyampaikan, pernyataan Syahganda merupakan pengingat agar masyarakat tidak kehilangan fokus pada kewajiban menjaga alam.
”Di tengah sorotan terhadap karhutla di Kalimantan, pesan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan langkah nyata, mulai dari pemadaman api hingga penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melanggar,” tegas Ulta Rabu (14/10).
Menrut dia, hutan tropis Indonesia memiliki fungsi ekologis penting, termasuk menyerap karbon, menjaga siklus air, dan melindungi keanekaragaman hayati.
”Kerusakannya berpotensi menimbulkan dampak yang melampaui batas negara, terutama ketika kebakaran menghasilkan kabut asap yang mengganggu kesehatan,” terang Ulta.