Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi

Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini menilai putusan MK tentang ijazah Gibran Rakabuming Raka membuka persoalan serius dalam politik Indonesia.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara yang mempersoalkan keabsahan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Didik menilai, putusan MK telah membuka kebohongan yang dilakukan Gibran dan sang ayah yang juga Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Persidangan tersebut, lanjut Didik, telah membuka persoalan serius mengenai dokumen pendidikan Gibran, yang menjadi modal untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024.

Menurut Didik, meski upaya untuk memakzulkan Gibran tidak berhasil melalui persidangan MK, ia menilai putusan tersebut tetap mengungkap persoalan mengenai ijazah SMA Gibran.

Didik juga mengaitkan persoalan tersebut dengan proses pencalonan Gibran pada Pilpres 2024 bersama Prabowo Subianto.

"Sidang MK gagal memakzulkan Gibran. Ini berarti bahwa Gibran masih dilindungi oleh presiden. Tetapi terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa ijazah SMA-nya tidak ada, dan berkas yang diserahkan kepada KPU adalah berkas bodong," kata Didik kepada wartawan, Rabu (7/10).

Didik mengaitkan persoalan tersebut dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan putranya, Gibran.

Dia menilai rangkaian persidangan MK telah menjadi momentum yang memperlihatkan adanya kebohongan kepada publik.

"Dalam sidang MK dan drama politik ini kemudian terbukti bahwa Bapak dan anak adalah pemimpin pembohong dan selama ini memanipulasi. Di hadapan seluruh rakyat Indonesia, Jokowi dan anaknya telah mempertontonkan perangai penipu kepada anak-anak bangsa," cetusnya.

Ekonom Indef itu juga menilai, persoalan tersebut akan menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan politik Indonesia.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.