Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Diduga Usai Bakar Daun Kering, Petani Lansia di Tasik Tewas Terbakar

Seorang petani lansia di Tasikmalaya tewas terbakar saat membersihkan kebun. Korban terjatuh ke dalam api setelah mengalami sesak napas.

CNN Indonesia 2 menit baca 0 komentar
Diduga Usai Bakar Daun Kering, Petani Lansia di Tasik Tewas Terbakar
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang petani lanjut usia (lansia) di Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, tewas terbakar di kebun miliknya pada Rabu (21/10).

Korban dengan inisial S (65) adlaah warga Kampung Culamega RT 02/01, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar).

"Awalnya korban berpamitan kepada istrinya untuk mengambil kayu bakar di kebun miliknya sendiri," kata Kapolsek Bantarkalong Iptu Agus Kasdili saat dikonfirmasi, Rabu sore, dikutip dari detikJabar.

Setibanya di kebun yang berada di kawasan tebing perbukitan, korban diduga membakar tumpukan daun dan ranting kering untuk membersihkan kebun. Namun, api dengan cepat merambat ke sekeliling karena kondisi kebun yang kering.

Pilihan Redaksi

"Diduga api merambat ke sekelilingnya, korban berusaha memadamkan api tersebut namun korban diduga mengalami sesak napas akibat menghirup asap," ujar Agus.

Menurut keterangan keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit sesak napas dan asam urat.

Saat berusaha memadamkan api menggunakan pelepah pisang dan pohon kapol, korban diduga terpeleset dan pingsan. Korban diduga terjatuh ke dalam kobaran api.

"Jadi karena ada riwayat sesak napas jadi korban ini akhirnya jatuh ke kobaran api," kata Agus.

Korban baru ditemukan warga pada Rabu sore. Dua warga bernama Abdu dan Iwan yang melihat kepulan asap dari kejauhan mendatangi lokasi dan menemukan korban dalam kondisi hangus terbakar 100 persen.

"Korban ditemukan di posisi tanah miring tebing di kebun milik korban, dalam keadaan hangus. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," jelas Agus.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Tasikmalaya Aipda Triana Anggasari mengatakan proses evakuasi melibatkan petugas gabungan.

"Di TKP ditemukan tumpukan rumput kering, daun, dan bambu yang diduga dibakar korban. Ada juga pohon pisang dan pohon kapol yang digunakan untuk memadamkan api oleh korban," kata Triana.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut dengan ikhlas sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi.

"Keluarga menerima dengan ikhlas, tidak mau diotopsi. Sudah dibuatkan surat penolakan otopsi," pungkas Triana.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.