Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Disentil karena KRL Bolak-balik Gangguan, Ini Jawaban INKA

Kemenhub sentil INKA karena produk KRL kerap mengalami gangguan. INKA memberi tanggapan.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Disentil karena KRL Bolak-balik Gangguan, Ini Jawaban INKA
Foto: Detik

Jakarta -

Kereta rel listrik (KRL) produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA berkali-kali mengalami gangguan. INKA menegaskan komitmen mengevaluasi teknis dan menyempurnakan produk KRL guna mendukung pelayanan, yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.

Senior Manager Corporate Communications and Representative Office INKA Nanang Agung Rohmandiyas mengatakan komitmen tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai pemenuhan spesifikasi teknis dan persyaratan kelaikan operasi sarana perkeretaapian.

Selain itu, arahan regulator dan hasil evaluasi bersama operator menjadi acuan bagi INKA dalam menentukan tindak lanjut atas temuan teknis pada rangkaian KRL.

"Selaras dengan statement dari Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, INKA berkomitmen menghadirkan produk yang berkualitas, sesuai dengan spesifikasi teknis yang disepakati bersama operator serta ketentuan yang ditetapkan regulator. Arahan Kementerian Perhubungan menjadi perhatian kami untuk mempercepat tindak lanjut perbaikan dan penyempurnaan, dengan tetap mengutamakan pemenuhan persyaratan keselamatan dan kelaikan operasi," ujar Nanang dilansir Antara, Rabu (28/10/2026).

Untuk menjalankan komitmen tersebut, INKA terus berkoordinasi dengan PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter dalam menindaklanjuti hasil pengecekan rangkaian. Catatan teknis dan kondisi sarana di lapangan menjadi dasar untuk menentukan penanganan yang diperlukan, termasuk pemeriksaan lanjutan, perbaikan, serta penyempurnaan sesuai hasil evaluasi bersama.

Nanang menegaskan, tindak lanjut tersebut perlu disertai pemeriksaan dan pengujian untuk memverifikasi hasil penanganan. Dengan demikian, penyelesaian pekerjaan teknis memiliki dasar yang dapat diperiksa kesesuaiannya dengan persyaratan yang berlaku.

"Tanggung jawab kami sebagai manufaktur mencakup tindak lanjut atas kinerja produk setelah digunakan dalam pelayanan. Kami akan terus bekerja bersama operator untuk menindaklanjuti temuan, memverifikasi hasil penanganan, dan memastikan setiap langkah penyempurnaan mengacu pada persyaratan teknis yang harus dipenuhi," katanya.

INKA memahami bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan KRL menuntut ketersediaan sarana yang andal. Karena itu, upaya mempercepat penanganan harus berjalan bersama dengan disiplin pemeriksaan, pengujian, dan pemenuhan ketentuan keselamatan.

INKA mendukung langkah operator dan regulator dalam memastikan sarana yang digunakan untuk pelayanan memenuhi persyaratan operasi. Selain penanganan pada rangkaian, hasil evaluasi di lapangan akan menjadi masukan bagi penyempurnaan proses produksi dan pengendalian mutu.

Umpan balik operator diperlukan agar tindak lanjut terhadap temuan turut memperkuat konsistensi kualitas produk dan keandalannya dalam penggunaan sehari-hari.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna Commuter Line. Kami memahami bahwa gangguan perjalanan berdampak pada aktivitas masyarakat. Komitmen kami adalah menindaklanjuti hasil pemeriksaan bersama KAI Commuter secara bertanggung jawab, dengan mengutamakan keselamatan, keandalan sarana, dan kenyamanan perjalanan," katanya.

KRL buatan INKA beberapa kali mengalami gangguan saat dioperasikan di Jabodetabek. KRL INKA ini sudah mengalami gangguan sejak akhir 2025.

Pada September 2026, sebanyak 7 trainset KRL INKA masuk bengkel untuk perbaikan. Pada 7 Oktober, KRL INKA tersebut kembali dioperasikan, namun masih ada kendala yang terjadi.

Kemenhub Sentil INKA

Kemenhub memberikan respons terkait sejumlah unit KRL produksi PT INKA yang kerap ditarik dari lintasan (recall) untuk perawatan dan perbaikan teknis.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menyampaikan keprihatinannya atas gangguan layanan KRL akibat penarikan armada tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Namun ia menegaskan Kemenhub sebagai regulator juga tidak akan mengizinkan armada yang bermasalah tetap dipaksakan beroperasi demi keamanan para penumpang.

Kemenhub menegaskan bahwa seluruh armada yang melayani masyarakat wajib tunduk pada spesifikasi teknis dan standar keselamatan penerbangan/perkeretaapian tanpa kompromi.

"Terkait KRL memang kami sangat prihatin bahwa banyak kereta beberapa minggu terakhir perlu di-recall. Karena itu mengurangi kapasitas pelayanan. Tapi apa boleh buat, yang perlu kita pastikan kan kelaikan operasi dari alat transportasi tersebut," tegas Alan dalam media briefing bersama Forwahub, Jakarta Pusat, Senin (26/10).

"Kita juga tidak ingin alat transportasi yang tidak layak melayani penumpang," tambahnya.

Alan menambahkan, Kemenhub bersama PT KAI dan PT INKA terus menggelar evaluasi teknis secara ketat untuk meneliti penyebab gangguan serta memastikan perbaikan segera dilakukan secara permanen.

(jbr/imk)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.