JawaPos.com - Perusahaan asal Malaysia, Johor Corporation (Jcorp) membantah terhubung dengan perusahaan perkebunan asal Indonesia yang terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Hal tersebut diungkapkan menyusul laporan terbaru yang diterbitkan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) yang menyebut bahwa 21 perusahaan yang terafiliasi dengan entitas bisnis Malaysia diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan di Indonesia selama periode Januari hingga September 2026.
Perusahaan pelat merah asal Malaysia tersebut menyebut bahwa informasi yang disampaikan oleh Walhi tentang Jcorp yang masih memiliki, mengendalikan, atau mengoperasikan perusahaan-perusahaan yang dimaksud tidak benar.
“Sebagai lembaga milik pemerintah, insinuasi yang tidak beralasan ini menimbulkan kerugian serius terhadap reputasi JCorp dan Pemerintah Negara Bagian Johor,” tulis Jcorp dilansir Malaymail, Rabu (28/10).
Selain membantah hal tersebut, perusahaan juga menyebut bahwa perusahaan di Indonesia yang diduga melakukan pembakaran hutan dan dikaitkan berafiliasi dengan Jcorp sudah sepenuhnya dilepas pada tahun 2007.
Adapun, pelepasan saham yang dilakukan oleh Jcorp mencangkup PT Graha Cakra Mulia, PT Sumber Mahardhika Graha, PT Salonok Ladang Mas, dan PT Harapan Hibrida Kalbar pada 8 Agustus 2007.
Selanjutnya, PT Trimurti Sumbertama dilepas pada 26 September 2007. Seluruh transaksi divestasi tersebut tercatat dalam laporan tahunan JCorp 2008.
Selain itu pada 6 Juli 2023, Kulim kembali melepas seluruh kepemilikan sahamnya di dua perusahaan lain, yakni PT Tempirai Palm Resources dan PT Rambang Agro Jaya, kepada PT Bakung Starch Lestari.