Jakarta -
Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Endro Dwi Cahyono menekankan pentingnya investasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat UMKM, dan memperluas lapangan kerja. Endro menuturkan investasi yang masuk ke Jateng perlu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi.
"Kami, DPRD Provinsi Jateng, ingin memastikan bahwa investasi yang masuk ke Jateng tidak hanya berkontribusi terhadap angka pertumbuhan tapi juga meningkatkan UMKM, memperluas lapangan pekerjaan, dan memastikan kesejahteraan masyarakat Kota Semarang semakin baik," jelas Endro dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).
Hal itu disampaikannya usai menghadiri Semarang Business Forum (Sembiz) Ke-19 Tahun 2026 di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Kota Semarang, Rabu (21/10/2026).
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek lingkungan dalam pengembangan investasi dan industri, termasuk penanganan rob, banjir, dan peningkatan infrastruktur perkotaan.
Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa realisasi investasi Jateng hingga triwulan III 2026 mencapai Rp 72,54 triliun dengan total 82.420 proyek dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 340.334 orang.
"Business forum ini ada tiga hal yang sangat krusial. Yang pertama tourism (pariwisata), yang kedua trade (perdagangan), dan yang ketiga investasi. Ini tiga mata rantai yang tidak bisa kita pisahkan," ujar Luthfi.
Di sisi lain, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkapkan Pemerintah Kota Semarang memfokuskan arah investasi daerah pada penguatan sistem pangan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup.
Arah investasi tersebut sengaja dipilih untuk memperkuat posisi sekaligus identitas ekonomi Kota Atlas. Terlebih, wilayah tetangga seperti Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Demak mulai beralih menjadi pusat industri manufaktur berskala besar.
Untuk mengakselerasi visi investasi tersebut, Pemerintah Kota Semarang menyodorkan 19 peluang pengembangan aset daerah dan BUMD kepada calon investor.
Penawaran itu terbagi atas 8 peluang utama yang telah dilengkapi prastudi kelayakan dan model keuangan, dan 11 peluang proyek pada tahap eksplorasi awal. Fokus pengembangan investasi tersebut dijabarkan ke dalam empat sektor prioritas yang siap dieksekusi.
Disebutkan, sektor logistik menawarkan proyek Urban Consolidation Center (UCC) Terboyo di kawasan Genuk dengan indikasi investasi sebesar Rp 60 miliar-Rp 70 miliar untuk mengoptimalkan efisiensi distribusi barang. Kedua sektor pangan dan rantai pasok dengan menghadirkan fasilitas Cold Storage Bangetayu dengan nilai kebutuhan dana mencapai Rp 52 miliar.
Sektor ekonomi digital lewat Pusat Data Tambak Aji dengan kapasitas server awal 600 KW yang membutuhkan suntikan modal sekitar Rp 121 miliar. Sektor pariwisata dengan ruang pengembangan komersial di area Plaza Simpang Lima dengan proyeksi investasi antara Rp 207 miliar-Rp 254 miliar.
(anl/ega)
Berita selengkapnya tentang
Kunjungi