Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Dubes Witjaksono Sebut, Pihaknya Tak Penuhi Tuntutan Pembajak untuk Bebaskan ABK MT Honour 25

Duta Besar Indonesia untuk Kenya merangkap Somalia, Witjaksono Adji, mengungkapkan bahwa Indonesia tidak memenuhi tuntutan apa pun dari para pembajak dalam upaya menyelamatkan WNI ABK MT Honour 25 yang dibajak di Somalia

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Dubes Witjaksono Sebut, Pihaknya Tak Penuhi Tuntutan Pembajak untuk Bebaskan ABK MT Honour 25
Foto: Jawa Pos

Orang tua dan istri korban Kapten Kapal Honour Ashari Samadikun yang dikabarkan disandera perompak Somalia, menunjukkan fotonya kepada wartawan di kediamannya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (ANTARA)

JawaPos.com - Duta Besar Indonesia untuk Kenya merangkap Somalia, Witjaksono Adji, mengungkapkan bahwa Indonesia tidak memenuhi tuntutan apa pun dari para pembajak dalam upaya menyelamatkan WNI ABK MT Honour 25 yang dibajak di Somalia.

Ia menyampaikan bahwa pada dasarnya Indonesia mengedepankan diplomasi, namun tidak dengan melakukan negosiasi secara langsung melalui jalur resmi dengan para pembajak yang menyandera ABK MT Honour 25.

“Apabila dalam negosiasi kemudian kami memberikan apa yang diminta pembajak, hal tersebut tidak sesuai dengan peraturan internasional,” kata Dubes Witjaksono saat ditemui usai serah terima ABK WNI kepada keluarganya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, dilansir dari Antara, Rabu (7/10)

“Hal tersebut juga dapat mendorong pembajakan-pembajakan serupa dengan harapan aksi tersebut akan mendapat ‘reward’,” tambahnya.

Dubes menyampaikan bahwa dalam upaya membebaskan para ABK WNI, pihaknya terus menjaga dialog dengan pemerintah pusat Somalia serta pemerintah negara bagian Puntland yang bertanggung jawab atas wilayah laut tempat pembajakan kapal terjadi.

Witjaksono bahkan menawarkan penjajakan kerja sama di sektor maritim dengan otoritas Puntland demi memperlancar dialog dan memberi dorongan bagi mereka untuk membebaskan para ABK.

Dialog intensif juga dijajaki pihaknya dengan jejaring komunitas masyarakat dan LSM setempat.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa para ABK MT Honour 25 kemudian diselamatkan melalui operasi bersenjata yang dilakukan otoritas Puntland pada 29 September 2026.

Informasi tersebut, katanya, berhasil didapat dari jejaring setempat yang pada awalnya mengungkapkan adanya operasi pembebasan sandera di kapal lain yang dibajak perompak.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.