Jakarta -
Sekitar 10 rumah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar), rusak parah akibat ledakan yang diduga dipicu kebocoran tabung gas. Sebanyak delapan orang terluka akibat ledakan ini, tiga di antaranya masih dirawat di rumah sakit (RS).
Seorang warga, Bambang Irawan (39), mengatakan ledakan bermula dari satu tabung elpiji yang bocor tapi tetap ditaruh dalam rumah. Diduga gas tersebut memenuhi ruangan hingga kemudian terjadi ledakan ketika ada percikan api.
"Jadi bocor. Kemarin katanya kan ada dua gas. Satu bocor. Itu bocor, dicopot dong. Nah, masih bocor tuh, dimasukin ke air. Terus ada satu gas lagi dipasang di situ. Nah, baru diceklekin, otomatis langsung meledak." kata Bambang saat ditemui di lokasi, Jalan Guji Baru, RT 06 RW 02 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakbar, Jumat (6/11/2026).
Bambang dan keluarganya yang juga tinggal di lingkungan tersebut turut menjadi korban. Dia mengatakan ledakan gas tersebut bermula saat ibu pemilik rumah, yaitu Sayuti, yang hendak menyalakan kompor. Sepuluh rumah di lingkungan tersebut pun rusak cukup parah karena ledakan yang cukup kuat.
Warga lainnya, Winda, mengatakan ledakan tersebut terjadi pada Kamis (5/11) pagi hari saat suasana masih gelap. Saat itu Winda masih tidur di ruang tamu yang bersebelahan dengan rumah Sayuti, yang menjadi titik ledakan.
Ledakan gas dipicu kebocoran tabung menyebabkan sejumlah rumah di Kebon Jeruk rusak. Delapan orang terluka akibat ledakan hingga tertimpa puing bangunan. (M Syahid/detikcom) |
"Saya lagi tidur, tiba-tiba denger meledak gitu. Ini kan langsung pecah, tadinya ada kacanya," kata Winda.
Winda mengatakan dia berbekal nekat hanya untuk menyelamatkan tas yang berisi uang meski dilarang oleh suaminya.
"Saya pagi-pagi lari, terus kata suami saya 'nggak boleh, lu jangan ngambil'. Lah saya bilang 'entar saya gimana kalau nggak ada duit?'. Saya masih nekat aja saya ngambil," katanya.
Rumah yang menjadi sumber ledakan tersebut diketahui masih utuh. Namun, setelah Winda menjauh dari lokasi, rumah itu ambruk dan terdengar suara seperti bom.
"Saya langsung lari aja keluar. Pas saya keluar, ini rumahnya masih utuh lho. Saya lari ke sono, belum lari jauh, bruk. Kalau saya nunggu di sini mah saya udah ikut bawa itu. Jadi saya keluar lari ke sono, baru tuh rumah brug, gitu. Kayak bom," ujar Winda.
Sementara itu, pemilik rekaman CCTV, Robi, yang rumahnya juga terdampak, mengatakan bagian lantai dua rumahnya rusak karena ledakan dan sempat melihat ada kobaran api di atas.
"Anak saya juga kena pas di atas, nah pas kejadian nyelamatin diri aja langsung," kata Robi.
Warga-warga Terluka
Warga lain, Suratmi (59), mengatakan korban yang mengalami luka parah adalah Sayuti, Idrus, dan Faiz, yang kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Diketahui Idrus kini berada di RS Pelni, sementara Sayuti menjalani perawatan akibat luka bakar di RS Cempaka Putih, Jakarta.
Hari ini Suratmi mencoba mencari harta benda yang mungkin bisa diselamatkan dari reruntuhan saat sedang diwawancarai. Dia mengatakan Sayuti mengalami luka kulit yang mengelupas dan harus diberi penanganan lebih lanjut di RS Cempaka Putih, sebelumnya di RSCM.
Dia mengatakan keluarga lain juga ikut terdampak, yaitu keluarga Bambang beserta anak dan istrinya. Sementara itu, cucunya terkena luka serius yang harus menjalani operasi jahit.
"Ibunya kena jahitan 9, anaknya ada luka bengkak, udah di-rontgen, alhamdulillah nggak, sininya luka kaki. Bapaknya juga luka-luka kaki, terus ponakan saya juga yang satunya itu juga luka ini mau dijahit ke klinik ini, jahit tangannya," ujarnya.
Dia juga mengatakan korban yang mengalami luka ringan tersebut sudah berada di rumah.
"Alhamdulillah udah dibawa pulang, rontgen-nya bagus," ujar Suratmi.
Akibat kejadian tersebut diketahui kini beberapa warga mengungsi di sebuah rumah di depan Masjid Nurul Iman, yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian ledakan. Kini sudah datang beberapa bantuan seperti perlengkapan tidur, logistik, dan konsumsi bagi warga terdampak.
(jbr/jbr)