Anggota TNI AD memperlihatkan senjata api dan amunisi yang diserahkan secara sukarela oleh masyarakat di Makorem 152/Babullah, Ternate, Maluku Utara, Jumat (2/10/2026).
Kodam XV/Pattimura melalui Korem 152/Babullah menerima 75 pucuk senjata api ilegal, 1.069 butir amunisi, serta sejumlah bahan peledak yang merupakan peninggalan konflik sosial di Maluku Utara pada 1999-2000.
Selain senjata peninggalan konflik, terdapat pula senjata organik yang disimpan oleh masyarakat dan senjata yang disebut diselundupkan dari Filipina sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku Utara.