Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Foto Gibran Dicopot di DPRD DIY, NasDem Bicara Harus Peka Tanda-tanda Zaman

Massa Forum Kebangsaan Yogyakarta mencopot foto Wapres Gibran di DPRD DIY. Sekjen NasDem Hermawi Taslim minta pengambil keputusan peka terhadap aspirasi rakyat.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Foto Gibran Dicopot di DPRD DIY, NasDem Bicara Harus Peka Tanda-tanda Zaman
Foto: Detik

Jakarta -

Foto Wapres Gibran Rakabuming Raka di Ruang Banggar Kantor DPRD DIY dicopot oleh massa Forum Kebangsaan Yogyakarta. Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim meminta pengambil keputusan jeli menerjemahkan aksi tersebut.

"Para pengambil keputusan di republik ini harus sudah lebih jeli dalam membaca tanda-tanda zaman, menerjemahkan aspirasi rakyat atas situasi politik yang berkembang," ujar Hermawi kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).

Hermawi meminta para pengambil keputusan di negeri ini harus peka melihat aksi tersebut. Meski begitu, Hermawi meminta pihak yang menyampaikan aspirasi harus tetap menjaga kondusifitas.

"Para pengambil keputusan harus lebih peka atas aspirasi yang disampaikan secara simbolis khas Yogyakarta," kata Hermawi.

"Dan yang paling penting pihak manapun yang ingin menyampaikan aspirasi harus tetap menjaga kodusifitas kamtibmas. Jangan sampai rakyat banyak menjadi korban dari situasi yang tidak kondusif," lanjutnya.

Peristiwa penurunan foto Gibran terjadi di kantor DPRD DIY pada Rabu (4/11). Sebelum audiensi dimulai, beberapa massa mendatangi foto Gibran yang tergantung di sisi kanan mimbar, kemudian diikuti seluruh massa forum yang hadir.

"Bismillahirohmanirohim, kita turunkan berhala!," pekik salah seorang massa aksi sembari menurunkan foto Gibran di Ruang Banggar Kantor DPRD DIY, Kota Jogja, dilansir detikjogja.

Aksi itu diikuti massa lainnya sembari bersorak mengucap syukur. Foto Gibran kemudian diletakkan di bawah, massa kemudian berfoto dengan foto Gibran yang telah diletakkan di bawah.

"Jangan dirusak, jangan dirusak," sahut massa lainnya.

Forum Kebangsaan Yogyakarta sendiri berisi sejumlah aktivis dan tokoh, seperti mantan Wakil Wali Kota Jogja, Syukri Fadholi, yang di dalam forum itu bertindak selaku pelindung. Kemudian Muhammad Chirzin bertindak selaku Pembina Forum Kebangsaan Yogyakarta.

"Penurunan foto Gibran di ruang sidang DPRD DIY mengandung pesan penurunan Gibran harga mati," ujar Pembina Forum Kebangsaan Yogyakarta, Muhammad Chirzin mengenai alasan aksi menurunan foto Gibran.

(isa/rfs)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.