Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Ganas Annar MUI Apresiasi Kapolri Berantas Narkoba: Sesuai Arahan Presiden

Ganas Annar MUI Pusat dukung Kapolri dalam pemberantasan narkoba. Mereka harap strategi lebih terarah dan berkelanjutan untuk menyelamatkan generasi bangsa.

Detik 4 menit baca 0 komentar
Ganas Annar MUI Apresiasi Kapolri Berantas Narkoba: Sesuai Arahan Presiden
Foto: Detik

Jakarta -

Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) MUI Pusat mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang menginstrusikan jajaran untuk operasi serentak pemberantasan narkoba di Indonesia. Ketua Ganas Annar MUI Pusat, Noor Sidharta, berharap pemberantasan narkoba ke depannya semakin terarah dan berkelanjutan.

"Kami dari Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) MUI Pusat menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah awal Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam memperkuat pemberantasan narkoba, termasuk antara lain penindakan di Kampung Ambon dan di beberapa tempat lain yang dikenal sebagai tempat atau sarang peredaran narkoba," kata Sidharta kepada wartawan, Minggu (11/10/2026).

Sidharta percaya dengan rekam jejak Jenderal Suyudi sebagai Kepala BNN sebelumnya. Ia mengatakan operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan Polri sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo.

"Kami berharap pemberantasan narkoba semakin terarah, tegas, sistematis, dan berkelanjutan. Kami gembira beliau yang ditunjuk sebagai Kapolri, apalagi sebagai Kepala BNN beliau beberapa kali meminta menghentikan peredaran vape yang merupakan salah satu media peredaran narkoba cair yang digunakan untuk mengisi cartridge vape," ujar Sidharta.

"Langkah ini Alhamdulillah juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai salah satu prioritas nasional," tambahnya.

Kendati demikian, ia mengatakan pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan. Diperlukan strategi komprehensif yang mencakup pencegahan pemakaian, pemutusan jaringan peredaran, penelusuran dan penyitaan aset bandar, rehabilitasi korban penyalahgunaan, serta penguatan edukasi dan pencegahan berbasis keluarga, pendidikan, dan masyarakat.

"Apalagi kami melihat narkoba saat ini bahkan diperkenalkan sebagai obat kuat, obat anti ngantuk dan lain-lain sehingga masyarakat awam mau memakai karena tidak menganggap narkoba tersebut adalah bahan haram atau narkotika," ujar Sidharta.

"Itu salah satu yang membuat peredaran narkoba sedemikian marak bahkan sampai ke tempat-tempat lembaga keagamaan seperti pesantren, vihara, gereja dan lain-lain. Konsumen juga sangat beragam, dari pekerja kasar seperti kuli panggul, pegawai kapal ikan yang harus berlayar berhari-hari, supir angkutan antar kota dan lain-lain. Harapan kami, kepemimpinan Kapolri yang baru mampu menghadirkan pemberantasan narkoba yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga terukur hasilnya dalam menyelamatkan generasi bangsa," ungkapnya.

Sidharta mengungkap pengalamannya selama delapan tahun sebagai Sekjen LPSK. Ia menyebut tindak kejahatan narkotika seringkali berkaitan dengan TPPU hingga TPPO.

"USA sebagai negara superpower saja kewalahan memberantas, antara lain karena uang mereka sampai ke misal oknum-oknum senator di negara-negara bagian strategis. Meksiko, kita tahu mereka bisa mempunyai alat perang yang setara militer pemerintah mereka, bahkan menurut informasi yg saya peroleh, senjata yang dikirim amerika ke Ukraina misalnya, bocor sampai ke kartel-kartel di sana. Sistem jaringan ini membuat para pelaku utama atau bandar besarnya sangat sulit ditangkap," ujar dia.

Komitmen Kapolri

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan penggerebekan narkoba di sejumlah wilayah di Indonesia hari ini. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti.

Penggerebekan melibatkan personel gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, hingga Satpol PP yang dipimpin oleh Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Siagian dan Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso, pada Jumat (9/10).

"Saat ini operasi kami lakukan di seluruh Indonesia. Serentak, arahan Presiden kepada Kapolri sudah jelas, kami maknai dan kami tidak akan tidur. Kami tidak akan tidur, masyarakat di hati kami. Kami akan berantas mata rantai narkoba," ujar Kristian di Kampung Ambon, Jakbar, Jumat (9/10).

Kristian mengatakan penggerebekan itu dilakukan dengan bekerja sama dengan masyarakat sekitar. Dia ingin masyarakat ikut terlibat memutus mata rantai narkoba.

"Saat ini saya berada dengan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya berada di Kampung Ambon. Kami meminta kerja sama dengan masyarakat. Kami ingin bersama-sama masyarakat untuk melakukan pemberantasan mata rantai narkoba," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso mengatakan, di Jakarta, operasi penggerebekan sarang narkoba dilakukan di dua lokasi, yakni di Kampung Ambon dan Kampung Boncos. Mereka mengerahkan sekitar 700 personel gabungan dari sejumlah unsur.

"Pada pagi hari tadi kami melaksanakan operasi secara simultan di dua titik, yaitu di Kampung Boncos dan juga di Kampung Ambon dengan kekuatan 700 personel, yaitu dari Brimob, Dalmas, dari Narkoba baik Polda, Mabes Polri, maupun Polres, kemudian dari TNI," kata Bismo.

Dalam penggerebekan di dua lokasi, total 24 orang yang ditangkap masing-masing 8 di Kampung Boncos sisanya dari Kampung Ambon. Orang-orang yang ditangkap kini dalam penyelidikan.

(dwr/knv)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.