JawaPos.com - Nama Kuntadi mulai mendapat perhatian setelah ditunjuk sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.
Tak banyak tampil di media, Kuntadi justru dinilai menunjukkan kinerja progresif dengan menangani sejumlah kasus korupsi bernilai triliunan rupiah dan perkara yang melibatkan korporasi besar.
Sebelumnya, Kejagung sempat babak belur saat mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah terseret kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Iwan Setiawan, itu tidak lepas dari kerja senyap Kuntadi sebagai jampidsus pengganti Febrie.
Iwan menyatakan bahwa Kuntadi merupakan pejabat tinggi Kejagung yang jarang muncul di media massa, namun menunjukkan kinerja impresif.
”Saya kira kinerja Jampidsus Kuntadi sangat progresif, berani menyasar sektor sumber daya alam, mengusut perkara yang melibatkan korporasi besar yang selama ini tidak tersentuh, termasuk perkara TPPU,” kata dia pada Jumat (9/10).
Sejak ditunjuk menggantikan Febrie akhir Juli lalu, Kuntadi sebagai jampidsus sudah memimpin para penyidik di Gedung Bundar menangani sejumlah kasus korupsi.
Diantaranya kasus dugaan manipulasi pajak PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) dengan perkiraan kerugian negara mencapai Rp 2 triliun.
Tidak lama setelahnya, Kuntadi menangani kasus dugaan korupsi tata kelola PT Minyak dan Gas Bumi (Perseroda) Kota Bekasi dalam Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Pertamina EP.
Kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut menyentuh angka Rp 2 triliun.