Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Gegara Petugas Lupa, Tabrakan Maut Kereta di Inggris Ini Tak Terhindarkan

Kecelakaan Kereta Api Hawes Junction di Inggris pada tahun 1910 adalah tragedi maut yang tak terhindarkan.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Gegara Petugas Lupa, Tabrakan Maut Kereta di Inggris Ini Tak Terhindarkan
Foto: Detik

Jakarta -

Kecelakaan Kereta Api Hawes Junction di Inggris pada tahun 1910 adalah tragedi maut yang tak terhindarkan. Pemicunya adalah petugas yang lupa mengatur persinyalan.

Dikutip dari laman Railway Archive, tabrakan terjadi ketika kereta api malam ekspres (midnight express) rute St. Pancras menuju Glasgow melaju dengan kecepatan tinggi dan menghantam dua lokomotif tunggal (light engines) yang melaju lebih lambat di jalur yang sama.

Insiden terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Desember 1910, sekitar pukul 05.49 pagi di dekat Hawes Junction, Midland Railway. Benturan menyebabkan dua gerbong terdepan saling menghantam dan bertumpukan.

Kebocoran gas langsung memicu kobaran api di bawah lantai gerbong, yang kemudian cepat membesar akibat terpaan angin kencang.

Penumpang dan warga sekitar berusaha memadamkan api menggunakan ember air. Mereka juga mencoba membongkar dinding gerbong dengan kapak dan linggis untuk mengeluarkan korban yang terperangkap.

Namun, asap yang sangat tebal, hembusan angin, dan kekosongan peralatan pemadam yang memadai memaksa mereka mundur. Petugas berhasil melepaskan dan menarik gerbong bagian belakang menjauh dari lokasi, namun enam gerbong bagian depan habis terbakar

Sebanyak 12 penumpang tewas di dalam dua gerbong terdepan yang hancur dan terbakar. Seluruh kru mesin (4 masinis dan 4 juru api) dari kereta ekspres serta lokomotif mengalami luka-luka. Selain itu, 9 penumpang mengalami luka-luka fisik dan 13 penumpang lainnya mengalami syok.

Petugas Lupa

Petugas sinyal Sutton menempatkan dua lokomotif tunggal (light engines No. 548 dan 448) di jalur utama (down main line) untuk menunggu giliran diberangkatkan ke Carlisle. Namun, ia kemudian sepenuhnya lupa bahwa kedua lokomotif tersebut masih berada dan berhenti di jalur tersebut.

Kelupaan ini terjadi karena perhatiannya teralih saat sibuk mengatur pergerakan lokomotif-lokomotif lain di area lansir stasiun. Khususnya ketika berupaya menyeberangkan dua lokomotif menuju jalur peron belakang untuk diberangkatkan ke Leeds-di tengah tingginya volume lalu lintas kereta.

(rdp/imk)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.