WASHINGTON, iNews.id — Dugaan wabah pes di Rusia kini mulai mendapat perhatian Amerika Serikat. Pemerintah AS memastikan tengah memantau laporan mengenai kasus dugaan 'pneumonic plague' atau pes paru yang menyebabkan seorang pekerja laboratorium di wilayah Irkutsk, Siberia, meninggal dunia.
Pemantauan tersebut dilakukan bersama Centers for Disease Control and Prevention (CDC) serta sejumlah mitra antarinstansi pemerintah AS. Langkah ini diambil di tengah laporan mengenai seorang perempuan berusia 28 tahun yang bekerja di Institut Riset Antipes Irkutsk dan meninggal setelah mengalami pneumonia berat.
"Kami mengetahui laporan mengenai kasus fatal dugaan pes paru di Oblast Irkutsk, Rusia. Kami memantau situasi ini secara ketat bersama CDC dan mitra antarinstansi lainnya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip RFE/RL, Senin (5/10/2026).