Jakarta -
Media sosial diramaikan dengan informasi adanya pertemuan antara Dubes Singapura dan tokoh yang berseberangan dengan pemerintah. Partai Gerindra mendalami informasi itu dan menyesalkan jika memang benar ada pertemuan tersebut.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Gerindra dalami kabar tokoh oposisi bertemu dengan Dubes Singapura. Mereka harap tak ada kepentingan sepihak dari kabar tersebut.
Jakarta -
Media sosial diramaikan dengan informasi adanya pertemuan antara Dubes Singapura dan tokoh yang berseberangan dengan pemerintah. Partai Gerindra mendalami informasi itu dan menyesalkan jika memang benar ada pertemuan tersebut.
"Partai Gerindra mencermati informasi yang belakangan beredar di media sosial, di mana disebutkan adanya tokoh-tokoh antipemerintah bertemu Dubes Singapura untuk Indonesia," kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI Bambang Haryadi kepada wartawan, Minggu (25/10/2026).
Gerindra, kata Bambang, lewat anggotanya di Komisi I DPR tengah mendalami informasi tersebut. Di sisi lain, Gerindra menegaskan kritik terhadap pemerintah sah-sah saja asal tidak ada agenda terselubung.
"Pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto selama ini terbuka terhadap kritik. Namun perlu ditekankan, kritik tersebut hendaknya ditujukan perbaikan tanpa ada sisipan kepentingan lain apalagi asing," kata dia.
Adapun informasi yang beredar di media sosial menyebutkan dua nama yang berkunjung ke kediaman Dubes Singapura. Mereka yang disebut-sebut namanya yakni Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal.
Unggahan itu juga memuat video pagar depan Kedubes Singapura di Jakarta dengan caption 'Londo ireng is coming'. Dino Patti Djalal membantah hal tersebut.
"Ini postingan fiktif dari tim siluman. Dia bilang hari Minggu saya ke rumah Dubes Singapura, tampaknya mau menciptakan narasi ada kongkalikong atau apa, faktanya hari Minggu sampai Selasa saya ada di Perth, Australia. Saya lagi diundang untuk bicara dalam konferensi perubahan iklim," kata Dino.
(haf/gbr)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.