Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Gerindra Kantongi Daftar 42 Menteri-Wamen Tak Optimal, Bakal Di-reshuffle?

Gerindra mengaku memiliki daftar 42 menteri dan wakil menteri yang dinilai belum optimal setelah dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

iNews 2 menit baca 0 komentar
Gerindra Kantongi Daftar 42 Menteri-Wamen Tak Optimal, Bakal Di-reshuffle?
Foto: iNews

JAKARTA, iNews.id - Partai Gerindra mengaku memiliki daftar 42 menteri dan wakil menteri yang dinilai belum bekerja secara optimal dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Hal tersebut berdasarkan penilaian selama dua tahun pemerintahan.

"Yang kita harapkan sebetulnya 2 tahun ini adalah waktu yang cukup untuk memberikan kesempatan kepada putra-putri kita yang dilibatkan dalam kabinet untuk menunjukkan dedikasi dan kinerjanya, tetapi ternyata belum optimal," kata Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussamad di Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, belum optimalnya kinerja sejumlah menteri dan wakil menteri disebabkan berbagai faktor. Salah satunya, koordinasi dan keterpaduan kerja dalam menerjemahkan visi dan misi Prabowo.

Kamrussamad menilai pejabat yang tidak lagi relevan atau tidak mampu menjalankan tugas sesuai indikator kinerja utama (key performance indicators/KPI) sebaiknya mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan tugas di kabinet.

"Karena itu, kalau memang sudah tidak relevan lagi atau tidak mampu lagi menjalankan tugas dengan KPI yang diberikan oleh Presiden, ya memang sebaiknya diberi kesempatan mereka untuk mengambil jalan yang di luar daripada kabinet itu sendiri," ujarnya.

Saat ditanya apakah 42 nama tersebut layak diganti melalui perombakan kabinet atau reshuffle, Kamrussamad menegaskan keputusan itu sepenuhnya menjadi kewenangan Prabowo.

"Reshuffle adalah kewenangan presiden, tetapi kami melihat kalau 3 tahun ke depan ingin ada loncatan quantum leap dalam implementasi program prioritas, maka mau tidak mau Presiden pasti akan mengambil keputusan tentang hal tersebut," pungkasnya.

Editor: Rizky Agustian

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.