JawaPos.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadikan kritik dalam laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis Center of Economic and Law Studies (Celios) sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah.
Gibran mengatakan, menghargai setiap hasil survei, kajian, maupun kritik yang disampaikan masyarakat dan lembaga independen.
”Bagi saya, semua itu adalah bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki diri,” kata Gibran dilansir dari Antara.
Dia menilai kritik yang disampaikan kepada pemerintah maupun dirinya, termasuk melalui laporan Celios, perlu ditindaklanjuti dengan evaluasi dan perbaikan kebijakan.
Menurut Gibran, perbaikan juga harus dilakukan terhadap cara kerja pemerintah agar manfaat kebijakan semakin dirasakan masyarakat.
”Baik melalui evaluasi serta perbaikan kebijakan dan cara kerja untuk memastikan kehadiran pemerintah semakin dirasakan masyarakat dan menjawab permasalahan masyarakat di lapangan,” tutur Gibran.
Sebelumnya, Celios bersama Kabinet Bayangan merilis laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Minggu (11/10). Gibran mendapatkan penilaian 4,9 dari masyarakat umum dan 2,2 oleh ahli.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar, angkat bicara mengenai hasil survei Center of Economic and Law Studies (Celios) yang menyebut Bahlil Lahadalia sebagai Menteri berkinerja buruk.
Zaki menyatakan hasil survei atau penilaian tersebut tidak mencerminkan realitas di lapangan.