Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Golkar, PKB, PAN Dukung Prabowo Dua Periode, Demokrat Tunggu Peluang AHY?

Partai Golkar, PKB, dan PAN dukung Prabowo Subianto dua periode, Demokrat dinilai masih mempertimbangkan strategi untuk AHY di Pilpres 2029.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Golkar, PKB, PAN Dukung Prabowo Dua Periode, Demokrat Tunggu Peluang AHY?
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN) telah memutuskan untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Sementara, Partai Demokrat belum menyatakan sikap resmi terkait arah dukungan politiknya pada kontestasi mendatang, dan menimbulkan spekulasi soal pertimbangan peluang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Perbedaan langkah tersebut memunculkan pertanyaan mengenai strategi Demokrat dalam menghadapi Pilpres 2029. 

Partai Demokrat dinilai masih memiliki sejumlah pertimbangan, termasuk peluang menempatkan ketua umumnya dalam bursa calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres).

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai arah politik Demokrat tidak dapat dipisahkan dari kepentingan AHY sebagai ketua umum sekaligus figur sentral partai.

Karena itu, keputusan Demokrat menuju Pilpres 2029 diperkirakan tidak hanya menyangkut dukungan kepada kandidat tertentu, tetapi juga peluang politik yang dapat diperjuangkan AHY.

“Salah satu pertanyaan pentingnya adalah bagaimana posisi AHY dalam Pilpres 2029. Apakah Demokrat akan mendorongnya sebagai capres, membuka peluang sebagai cawapres, atau memilih strategi lain?” kata Arifki kepada wartawan, Senin (12/10).

Menurut Arifki, dinamika dukungan partai tidak serta-merta menentukan siapa yang akan memperoleh posisi cawapres.

Partai yang lebih awal menyatakan dukungan belum tentu otomatis mendapatkan posisi tersebut. 

Sebaliknya, partai yang belum mengambil keputusan juga masih berpeluang memainkan peran dalam pembentukan koalisi, bergantung pada kekuatan politik, komunikasi antarpihak, dan kesepakatan yang terbangun.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.