Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Greenpeace Sebut Krisis Iklim Picu Harga Pangan Mahal dan Ancam Penghasilan Pekerja

Greenpeace Indonesia menilai krisis iklim telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

iNews 1 menit baca 0 komentar
Greenpeace Sebut Krisis Iklim Picu Harga Pangan Mahal dan Ancam Penghasilan Pekerja
Foto: iNews

JAKARTA, iNews.id - Greenpeace Indonesia menilai krisis iklim telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari kenaikan harga bahan pangan hingga terganggunya penghasilan pekerja harian. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan organisasi lingkungan itu menggelar aksi pembentangan spanduk di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, mengatakan krisis iklim bukan lagi ancaman yang hanya akan dirasakan pada masa mendatang. Dampaknya sudah memengaruhi kebutuhan dasar masyarakat sehingga membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.

Dalam program iNews Siang di iNews TV, Kamis (22/10/2026), Jeanny menjelaskan hasil riset Greenpeace menunjukkan krisis iklim menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga bahan pangan meningkat.

Gangguan pola cuaca membuat petani menghadapi risiko gagal tanam hingga gagal panen. Sementara itu, kenaikan suhu permukaan laut turut memengaruhi hasil tangkapan nelayan sehingga pasokan pangan berpotensi terganggu.

Ketika pasokan pangan menurun, kebutuhan masyarakat yang tetap tinggi dapat mendorong kenaikan harga di pasaran. Menurut Jeanny, pemerintah perlu menangani akar persoalan tersebut melalui upaya penanggulangan krisis iklim, bukan hanya berfokus pada pengendalian harga.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.