JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi II DPR Ahmad Irawan mengingatkan seluruh pejabat publik agar selalu menunjukkan empati dan sensitivitas saat berkomunikasi mengenai penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan ini disampaikan Irawan sekaligus merespons viralnya perkataan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang menuai sorotan luas di media sosial.
Agustiar Sabran sebelumnya memplesetkan peribahasa 'bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi' saat bicara penanganan karhutla.
"Memang adanya karhutla memberikan dampak negatif ke masyarakat, ke perekonomian, dan sebagainya. Harusnya komunikasi pejabat publik memiliki empati. Bisa memahami dan merasakan emosi dan perasaan orang lain, apalagi bagi yang terdampak langsung dengan karhutla," ujar Irawan, dikutip Jumat (16/10/2026).