Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Gubernur Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia

Dengan kontribusi mencapai sekitar Rp410 triliun, sektor ekonomi kreatif dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

CNN Indonesia 3 menit baca 0 komentar
Gubernur Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kesiapan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif dunia.

Dengan kontribusi mencapai sekitar Rp410 triliun atau hampir 11 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sektor ekonomi kreatif dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.

Hal itu disampaikan Pramono saat menjadi pembicara dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada sesi bertema Jakarta Global City: Home for the Creative di Jakarta Pusat, Jumat (23/10).

"Ekonomi kreatif di Jakarta memberikan kontribusi cukup besar, hampir 11 persen, dengan nilai kurang lebih Rp410 triliun. Berbagai kegiatan ekonomi kreatif juga secara signifikan memberikan kontribusi bagi perekonomian Jakarta," ujar Pramono.

Menurutnya, penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatif, hiburan, dan festival berskala internasional telah menjadi penggerak aktivitas ekonomi Jakarta.

Festival musik Pestapora dan konser The Weeknd, misalnya, disebut menghasilkan perputaran ekonomi hampir Rp250 miliar dalam satu akhir pekan.

Selain itu, Jakarta Fair 2026 mencatat transaksi sekitar Rp8,2 triliun dengan 6,1 juta pengunjung, sedangkan Festival Jakarta Great Sale membukukan transaksi sekitar Rp26,8 triliun.

Pramono menilai, besarnya aktivitas harus diikuti penguatan ekosistem agar manfaat ekonomi turut dirasakan pelaku UMKM dan kuliner, sektor pariwisata dan perhotelan, hingga masyarakat luas.

Salah satu langkah Pemprov DKI Jakarta adalah memberikan keringanan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 50 persen untuk tontonan film nasional.

Kebijakan yang diatur melalui Keputusan Gubernur Nomor 531 Tahun 2026 sebagaimana diubah dengan Keputusan Gubernur Nomor 591 Tahun 2026 ini diarahkan untuk mendukung produsen film nasional.

Pemprov DKI Jakarta juga berkontribusi dalam Jakarta Film Commission melalui layanan Filming in Jakarta untuk mempermudah perizinan dan kebutuhan produksi film. Sementara itu, Jakarta Creative Hub terus dikembangkan sebagai ruang pelatihan, kolaborasi, dan pengembangan usaha kreatif.

Penguatan ekosistem kreatif turut dilakukan melalui penataan kawasan Blok M sebagai ruang yang menghubungkan aktivitas komunitas, pelaku usaha lokal, dan transportasi publik.

"Kami mendorong Jakarta menjadi hub baru bagi ekonomi kreatif di semua elemen. Karena itu, setiap minggunya Jakarta selalu ada event besar. Itu bisa terjadi karena kita memberikan support sepenuhnya," tutur Gubernur Pramono.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan WCCE 2026 yang melibatkan lebih dari 6.100 peserta dari 80 negara lebih.

Ia juga menyoroti lahirnya dokumen Jakarta Vision, hasil pertemuan tingkat menteri yang melibatkan 38 kepala delegasi, sebagai aspirasi bersama untuk memperjuangkan kepentingan pelaku ekonomi kreatif di tingkat global.

"Dokumen tersebut akan dibawa ke PBB. Itu juga aspirasi dari para kreator kita, termasuk pelaku ekonomi kreatif di Jakarta, terkait fairness terhadap bagi hasil di platform-platform digital, hadirnya AI, kemudian juga akses pendanaan dan akses pasar," pungkas Teuku Riefky.

(rea/rir)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.