Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Gunung Semeru Meletus Pagi Ini, Muntahkan Kolom Abu Setinggi 1,2 Km

Gunung Semeru erupsi pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 05.53 WIB. Kolom letusan mencapai 1.200 meter dan mengarah ke selatan. PVMBG mengeluarkan rekomendasi ke

iNews 2 menit baca 0 komentar
Gunung Semeru Meletus Pagi Ini, Muntahkan Kolom Abu Setinggi 1,2 Km
Foto: iNews

JAKARTA, iNews.id - Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Jumat (23/10/2026) pagi. Letusan ini memuntahkan kolom abu mencapai sekitar 1.200 meter atau sekitar 1,2 kilometer di atas puncak.

Petugas pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan erupsi terjadi pada pukul 05.53 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke selatan.

Erupsi tersebut masih berlangsung saat laporan pengamatan diterbitkan.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 05:53 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1.200 meter di atas puncak," tulis Badan Geologi dikutip Jumat (23/10/2026). 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat agar mematuhi rekomendasi keselamatan dan menjauhi kawasan rawan bencana di sekitar Gunung Semeru.

Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar wilayah tersebut, warga juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

PVMBG juga mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru. Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.

Editor: Donald Karouw

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.