Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Hasto Sebut Karhutla Sentuh Marwah Bangsa, Singgung Kritik Negara Tetangga

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai karhutla telah menyentuh marwah bangsa dan mendorong pemerintah mengevaluasi kebijakan pencegahan kebakaran hutan.

iNews 2 menit baca 0 komentar
Hasto Sebut Karhutla Sentuh Marwah Bangsa, Singgung Kritik Negara Tetangga
Foto: iNews

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIPHasto Kristiyanto menilai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlarut-larut di Indonesia telah menyentuh marwah bangsa. Dia menyoroti kritik dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura terhadap persoalan karhutla yang belum tuntas ditangani.

"Ini sudah menyentuh marwah bangsa. Bagaimana kita lihat video yang viral beberapa waktu yang lalu ketika kita menerima kritik dari negara-negara tetangga kita," kata Hasto di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Menurut Hasto, kritik tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan introspeksi dan otokritik. Dia mendorong evaluasi serta perubahan kebijakan agar kebakaran hutan serupa tidak terus berulang.

"Ini sebaiknya kita melakukan suatu introspeksi, melakukan otokritik, dan melakukan perubahan-perubahan kebijakan agar ke depan tidak ada lagi kebakaran hutan seperti saat ini," ujarnya.

Hasto juga menekankan pentingnya memperkuat sistem pencegahan karhutla. Menurutnya, upaya tersebut perlu didukung penguatan badan penanggulangan bencana, pelibatan relawan, serta modernisasi peralatan untuk mencegah dan menangani kebakaran.

Dia menilai persiapan menghadapi musim kemarau harus dilakukan jauh-jauh hari melalui perencanaan yang menyeluruh. Dengan demikian, langkah mitigasi dapat disiapkan sebelum risiko kebakaran meningkat.

"Dan di situlah proses mitigasi disempurnakan. Ke depan setidak-tidaknya dalam waktu lima bulan sebelum musim kemarau, harus sudah dilakukan suatu perencanaan-perencanaan yang komprehensif untuk mencegah kebakaran hutan yang telah menurunkan marwah kita sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat serta memiliki harga diri," ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.