KUALA LUMPUR, iNews.id - Bank Rakyat Malaysia diduga menjadi target serangan siber sehinga perusahaan terpaksa menonaktifkan situs-situs web-nya, Jumat (6/11/2026) malam. Halaman login layanan online banking iRakyat juga menjadi target serangan.
Pelaku yang menamakan diri MARLANWG mengeklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Dia merupakan pelaku yang sama dengan pembobol situs web Departemen Bea Cukai Kerajaan Malaysia. Pelaku menawarkan akses webshell ke basis data MySQL milik Departemen Bea Cukai Kerajaan Malaysia.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Bank Rakyat Malaysia. Belum jelas pula, apakah ada data nasabah yang terdampak dari dugaan serangan siber tersebut.