JawaPos.com - TNI AL, TNI AD, dan TNI AU menggelar latihan bersama di Perairan Teluk Jakarta pada Jumat (16/10). Dalam latihan tersebut, Kapal Induk KRI Sriwijaya-100 turut ambil bagian.
Salah satu yang diuji coba dalam latihan itu adalah pendaratan helikopter VVIP dan VIP di kapal induk Sriwijaya, yang berakhir sukses.
Latihan bersama itu berlangsung beberapa hari untuk menguji kesiapan dan kemampuan para penerbang helikopter TNI. Persisnya dalam mendaratkan (landing) dan menerbangkan (take off) helikopter dari kapal induk.
Asops Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk interoperabilitas tiga matra TNI.
”Jauh sebelum KRI Sriwijaya-100 datang dan bergabung dengan TNI AL, pelatihan take off dan landing di atas platform KRI oleh penerbang-penerbang dan helikopter TNI AD dan TNI AU telah dilaksanakan,” kata Yayan melalui keterangan resmi, Sabtu (17/10).
Pelatihan yang dilaksanakan mencakup High Recce, Low Recce, Dummy Approach, Touch and Go, hingga Full Stop.
Yayan menyatakan, latihan itu sesuai dengan perintah KSAL Laksamana Muhammad Ali yang menekankan interoperabilitas TNI harus terus ditingkatkan dalam mengantisipasi era peperangan modern.
Sebelumnya, Ali mengungkap alasan pemilihan nama KRI Sriwijaya-100 untuk kapal induk pertama TNI AL tersebut. Menurut dia, Sriwijaya adalah nama salah satu kerajaan maritim terbesar di Indonesia.
”Sriwijaya adalah kerajaan maritim Indonesia yang tertua. Lebih tua dari Majapahit. Makanya dipilih (nama) itu. Dan itu membawa kejayaan kemaritiman di era masa lalu, harapannya dengan penamaan itu kita akan mengembalikan keemasan atau kejayaan kemaritiman Nusantara seperti yang lalu,” ucap Ali.
Sebelum meresmikan penamaan KRI Sriwijaya-100, seluruh pejabat teras TNI menyaksikan penurunan Bendera Italia dan pengibaran Bendera Merah Putih di atas kapal tersebut.