JawaPos.com - Konten kreator Herri Pras Al-Kaburi mengeklaim tidak memiliki niat untuk menghina Ustaz Adi Hidayat (UAH), Ustaz Abdul Somad (UAS), hingga Habib Umar bin Hafiz. Herri menyebut pernyataannya selama ini merupakan bentuk kritik terhadap tindakan dan pandangan para tokoh tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Herri dalam video permintaan maafnya setelah polemik konten yang dinilai menghina ulama berujung pada kedatangan petarung MMA Yudi Cahyadi bersama sejumlah orang ke rumahnya di Kabupaten Bogor.
"Saya tidak ada niat sedikit pun untuk menghina personal dari tokoh-tokoh yang saya bahas," ujar Herri, Kamis (5/11).
Ia menjelaskan, istilah "setan yang bisu" yang pernah digunakannya terhadap UAH, UAS pun merujuk pada kritik ulama-ulama terdahulu terhadap sikap sebagian ulama. Herri mengeklaim penggunaan istilah tersebut bukan ditujukan untuk menyerang pribadi tokoh agama yang dibahasnya.
"Akan tetapi, saya memberikan kritikan tajam dari ulama-ulama terdahulu tentang istilah setan yang bisu kepada ulama-ulama yang bersangkutan," katanya.
Herri menegaskan, kritik yang disampaikannya ditujukan terhadap tindakan para tokoh yang menurut pandangannya perlu diluruskan dan dikritisi secara tegas.
Ia beralasan, para ulama seharusnya berada di garda terdepan dalam menyampaikan dakwah, meluruskan ajaran, serta melawan doktrin yang dianggapnya sebagai khurafat dalam agama.
"Melainkan terhadap tindakan-tindakannya yang menurut hemat kami perlu juga untuk dikritisi secara tegas karena mereka adalah yang harusnya menjadi garda terdepan mendakwahkan, meluruskan dan melawan doktrin-doktrin khurafat yang selama ini merebak di agama kita," ungkapnya.
Sebelumnya, Herri telah menyampaikan permohonan maaf kepada Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Abdul Somad, dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Ia juga mengakui keliru menggunakan cara penyampaian yang terlalu keras dan berapi-api ketika membuat video kritik maupun bantahan terhadap sejumlah tokoh.