Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Hj. Machfudhoh Aly Ubaid Wafat, Jejak Tokoh Perempuan NU dari Pesantren hingga DPR RI

Mustasyar PBNU Hj. Machfudhoh Aly Ubaid meninggal dunia di Jakarta pada 4 Oktober 2026. Jenazah dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Berikut profil singkat semasa hidup

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Hj. Machfudhoh Aly Ubaid Wafat, Jejak Tokoh Perempuan NU dari Pesantren hingga DPR RI
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Kabar duka datang dari keluarga besar Pondok Pesantren Bahru Ulum Tambakberas, Jombang dan Nahdlatul Ulama (NU). Hj. Machfudhoh Aly Ubaid, meninggal dunia pada Ahad, 4 Oktober 2026, sekitar pukul 22.30 WIB di kediamannya dikawasan Kalibata, Jakarta.

Almarhumah merupakan putri sulung dari pasangan KH. Abdul Wahab Chasbullah dan Nyai Hj. Sa'diyah (Rahmah binti Abdul Majid) dan merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 

Alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sekaligus Wakil Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum, H. Abdurrahman, mengatakan jenazah diberangkatkan dari Jakarta ke Jombang, Jawa Timur sekitar pukul 02.30 WIB pada Senin (5/10).

"Innalillahi wainna ilaihi roojiun. Allahumaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fuanha. Ya Ibu Nyai Hj. Mahfudhoh Aly Ubaid binti KH. Abdul Wahab Chasbullah wafat tadi malam  4 Oktober 2026 di Jakarta," ungkap Abdurrahman yang dikonfirmasi JawaPos.com Senin (5/10).

"Jenazah pagi tadi sekitar pukul 02.30 WIB diberangkatkan ke Jombang dan dimakamkan di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, kemungkinan setelah sholat Ashar," ujar Abdurrahman.

Menurut dia, almarhumah dimakamkan dalam satu kompleks dengan ayahandanya, KH Abdul Wahab Chasbullah, yang dikenal sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama.

Tetap Aktif Berorganisasi di Usia Senja

Abdurrahman mengenang Hj. Machfudhoh Aly Ubaid sebagai sosok yang tetap memiliki semangat tinggi dalam berorganisasi meski telah memasuki usia senja.

Selain dikenal sebagai tokoh politik, kepedulian almarhumah terhadap generasi muda juga terus ditunjukkan melalui nasihat dan perhatian di bidang pendidikan, organisasi, maupun keagamaan.

"Beliau luar biasa semasa hidupnya, tak pernah mengeluh apa pun. Bukan hanya kalangan atas atau orang mampu, masyarakat bawah pun dirangkul," kata Abdurrahman.

Menurutnya, sikap tersebut menjadi salah satu pelajaran penting bagi para alumni yang pernah mengenal dan berinteraksi dengan almarhumah.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.