Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Houthi Gempur Bandara Riyadh, Kedubes AS Keluarkan Imbauan Khusus ke Warganya

Imbauan terbaru itu juga berlaku kepada warga AS. Kedubes meminta warga AS untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih menggunakan bandara di Arab Saudi.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Houthi Gempur Bandara Riyadh, Kedubes AS Keluarkan Imbauan Khusus ke Warganya
Foto: Detik

Jakarta -

Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi mengeluarkan imbauan terbaru kepada warganya menyusul rangkaian serangan kelompok Houthi di bandara wilayah Arab Saudi. Pegawai Kedubes AS saat ini wajib mengantongi izin Kedubes jika ingin berpergian melalui transportasi udara di Saudi.

"Pegawai pemerintah AS yang bekerja di Arab Saudi memerlukan izin khusus untuk menggunakan bandara mana pun di Arab Saudi," bunyi pernyataan Kedubes AS di Saudi dilansir AFP, Selasa (13/10/2026).

Imbauan terbaru itu juga berlaku kepada warga AS. Kedubes meminta warga AS untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih menggunakan bandara di Arab Saudi.

Kedubes AS mengatakan izin menggunakan transportasi udara di Saudi hanya dikeluarkan oleh pihak kedubes bagian staf pemerintah AS.

Bandara Riyadh Ditutup

Otoritas Arab Saudi memperpanjang penangguhan operasional di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh imbas rentetan serangan dari kelompok Houthi. Bandara itu akan ditutup hingga 15 Oktober.

Dilansir AFP, serangan terhadap bandara tersebut dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk 13 korban jiwa pada hari Sabtu (11/10).

Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) dalam sebuah pernyataan "mengumumkan perpanjangan penangguhan operasional di Bandara Internasional King Khalid". Pihaknya menyatakan bahwa perpanjangan tersebut diperlukan untuk "menyelesaikan prosedur yang diperlukan guna memverifikasi keselamatan fasilitas dan kesiapan operasionalnya".

Seorang sumber senior di bidang penerbangan yang mengawasi penerbangan ke wilayah Teluk untuk sebuah maskapai mengatakan bahwa operasional akan dihentikan selama sisa hari kerja di Arab Saudi, berdasarkan pesan yang dikirimkan kepada maskapai tersebut pada hari Senin oleh otoritas penerbangan Saudi.

"Mereka memberi tahu kami bahwa penangguhan akan berlangsung setidaknya hingga hari Kamis. Tidak ada penerbangan hingga akhir pekan," ujar sumber tersebut kepada AFP.

(ygs/zap)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.