Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

HSN 2026, Ketum PKB Muhaimin Dorong Santri Jadi Jawaban atas Krisis Bangsa

Muhaimin Iskandar mendorong santri menjadi jawaban atas krisis yang terjadi di bangsa ini seperti kemiskinan dan penguasaan teknologi.

Jawa Pos 3 menit baca 0 komentar
HSN 2026, Ketum PKB Muhaimin Dorong Santri Jadi Jawaban atas Krisis Bangsa
Foto: Jawa Pos

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pondok Pesantren Dar el Hikmah, Pekanbaru, Riau. (PKB)

 

JawaPos.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong santri menjadi jawaban atas krisis yang terjadi di bangsa ini seperti kemiskinan dan penguasaan teknologi. Dia menyakini santri memiliki kualitas mumpuni menjadi pemimpin bangsa.    Hal itu disampaikan Muhaimin dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pondok Pesantren Dar el Hikmah, Pekanbaru, Riau.    “Santri harus menjadi motor bagi persatuan dan kesatuan umat serta persatuan bangsa,” ucapnya, Kamis (22/10).   Dia menuturkan, santri merupakan pewaris perjuangan ulama. Mereka memikul tanggung jawab besar untuk menyelesaikan yang telah dicita-citakan para pendahulunya.   Baca Juga: Mabes TNI Buka Suara Pasca KPK Surati Panglima TNI Terkait Kasus di BNPB   “Santri merupakan pewaris sejarah yang jelas-jelas dirintis oleh para ulama, dibangun melalui keringat, air mata, jiwa, nyawa, dan pengabdian yang tidak pernah lelah,” imbuhnya.   Santri saat ini tidak bisa hanya diidentikan kepada seseorang yang belajar ilmu keislaman di pesantren. Santri harus mampu menunjukan kejujuran, integritas, kemandirian, serta komitmen mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat.   “Santri memiliki arti yang lebih luas, yaitu jiwa-jiwa yang tangguh, yang dididik dengan penuh kesungguhan, digembleng dengan kesederhanaan, dibangun dengan ketahanan,” jelasnya.   Dalam kesempatan ini, Muhaimin turut menyoroti kemiskinan dan ketertinggalan penguasaan teknologi sebagai tantangan besar yang harus segera diatasi. Ia menyebut sekitar 23 juta penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. Pada saat yang sama, Indonesia perlu memperkuat ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu melahirkan generasi unggul yang sanggup bersaing di tingkat global.   Baca Juga: Siswa SMPN 2 Cisarua Ungkap Detik-detik Insiden Dugaan Keracunan MBG, Susu Basi Jadi Sorotan   “Kita harus terus membangun ilmu pengetahuan dan teknologi agar kita terus mempersiapkan diri menjadi bangsa yang unggul, menjadi generasi emas yang siap bersaing dan tidak kalah, bahkan menang dibanding bangsa-bangsa lainnya,” ujarnya.   Menghadapi dinamika geopolitik, geoekonomi, dan berbagai persoalan kemanusiaan global, Muhaimin menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian nasional. Ia meyakini karakter santri dapat menjadi modal dalam membangun bangsa yang tangguh dan tidak bergantung pada negara lain.    “Santri insyaallah pasti jujur, santri insyaallah pasti tangguh, dan santri insyaallah tidak mudah goyah oleh berbagai tantangan,” tegasnya.   Untuk memperkuat peran tersebut, Muhaimin menyerukan tiga komitmen utama bagi santri Indonesia. Pertama, menjadi pemersatu umat Islam dan bangsa. Kedua, terus belajar, mengembangkan potensi diri, serta beradaptasi dengan perubahan zaman. Ketiga, menjadikan kiai, ulama, dan santri sebagai teladan dalam seluruh aspek kehidupan.    Peringatan HSN 2026 di Pondok Pesantren Dar el Hikmah dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Yayasan Nur Iman Pekanbaru Amrasul Abdullah, pimpinan Pondok Pesantren Dar el Hikmah Amran Suardi, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, Bendum DPP PKB Bambang Susanto, serta sejumlah anggota DPR RI, anggota DPRD, dan kepala daerah dari Riau.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.