Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Hujan Mulai Guyur Sumatera dan Kalimantan, BNPB Maksimalkan Modifikasi Cuaca

BNPB memanfaatkan hujan untuk Operasi Modifikasi Cuaca dalam upaya menanggulangi karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Hujan Mulai Guyur Sumatera dan Kalimantan, BNPB Maksimalkan Modifikasi Cuaca
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dan Kalimantan terpantau mulai diguyur hujan sejak Minggu (25/10). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai kondisi cuaca basah ini sebagai momentum strategis untuk mendongkrak efektivitas dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di daerah terdampak karhutla.

Dalam menjalankan operasi ini, BNPB tidak berjalan sendiri. Instansi kebencanaan tersebut bersinergi erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta kementerian dan lembaga terkait.

Pemantauan intensif dilakukan secara berkala terhadap dinamika cuaca, pertumbuhan awan, hingga parameter atmosfer terkini. Langkah ini bertujuan untuk memetakan wilayah sasaran operasi secara tepat.

"Potensi hujan yang tersedia akan dimanfaatkan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan hasil analisis meteorologis, sehingga pelaksanaan operasi dapat lebih efektif dan tepat sasaran," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (26/10).

Pelaksanaan OMC selalu berpijak pada kajian ilmiah. Tim di lapangan tidak melakukan intervensi cuaca tanpa melihat kesiapan atmosfer.

Peluang terjadinya hujan hanya akan dioptimalkan ketika formasi awan di langit benar-benar memenuhi kualifikasi teknis untuk disemai.

"Karena itu, hujan alami yang terjadi di sejumlah wilayah merupakan indikator yang perlu dianalisis lebih lanjut untuk menentukan peluang dan strategi operasi berikutnya," tambah Berton.

Harapan Baru Tekan Titik Panas dan Karhutla

Kehadiran hujan di lapangan diharapkan mampu memberi dampak signifikan terhadap penurunan titik panas.

Air hujan diyakini dapat membantu membasahi vegetasi yang mengering sekaligus mendongkrak tingkat kelembapan bahan bakar di area rawan.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.