Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Ibu Disiksa Ayah, Anaknya Jalan Kaki 2 Km Lapor Polisi di Pontianak

Seorang anak laki-laki berjalan kaki 2 Km menuju Polsek Pontianak, Kalbar. Bocah itu meminta pertolongan untuk ibunya yang dianiaya oleh ayahnya sendiri.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Ibu Disiksa Ayah, Anaknya Jalan Kaki 2 Km Lapor Polisi di Pontianak
Foto: Detik

Pontianak -

Seorang anak laki-laki berjalan kaki sekitar 2 kilometer menuju Markas Polsek Pontianak, Kalimantan Barat. Bocah itu meminta pertolongan untuk ibunya yang diduga disekap dan dianiaya oleh ayahnya sendiri.

Dalam video yang viral, tampak anak tersebut memakai kaos kuning, celana pendek, dan sendal. Dia melaporkan bahwa ibunya disiksa oleh ayahnya.

"Mama kena siksa, Pak," ujarnya kepada polisi.

Anak tersebut mendatangi Polsek Pontianak Barat pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Dia datang bersama seorang temannya dari rumahnya di kawasan Jalan Kenari.

Kapolsek Pontianak Barat AKP Basuki Arif Wibowo menjelaskan, untuk menindaklanjuti laporan itu, Unit Enggang Polsek Pontianak Barat langsung mendatangi rumah korban di Jalan Kom Yos Sudarso, Gang Kenari 2.

"Petugas sempat menemui suami korban, Muhammad Hassan, untuk menanyakan permasalahan yang terjadi dan keberadaan istrinya," jelas Basuki, dilansir detikKalimantan, Rabu (21/10/2026).

Saat itu, Hassan menyebut tidak ada keributan dan hanya terjadi persoalan rumah tangga biasa. Dia juga mengatakan istrinya sedang tidur di kamar. Petugas kemudian memanggil Noviana untuk keluar menemui mereka. Saat itulah polisi melihat korban dalam kondisi syok dengan luka di bagian bibir.

"Petugas berupaya melakukan mediasi dan mengklarifikasi persoalan tersebut. Namun, Hassan justru melarikan diri saat hendak dimintai keterangan lebih lanjut," jelas Basuki.

Petugas juga mendapati sejumlah barang di dalam rumah dalam kondisi berantakan. Kepada polisi, Noviana mengaku dirinya bersama anak perempuannya dikurung di dalam kamar dan tidak diperbolehkan keluar rumah.

Korban menyebut kekerasan terjadi pada Minggu (18/10) sekitar pukul 22.00 WIB, setelah suaminya pulang bekerja. Penganiayaan itu diduga dipicu persoalan keterlambatan menjemput.

Noviana mengaku dicekik, diinjak, serta dipukul menggunakan tangan kosong pada bagian wajah dan tubuh. Akibatnya, bibir korban pecah.

Baca selengkapnya di sini

(idh/imk)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.