Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Ignasius Jonan Sentil Malaysia dan Singapura soal Karhutla Indonesia

Kritik Jonan terhadap Malaysia dan Singapura terkait kebakaran hutan di Indonesia dan pentingnya kerja sama ASEAN.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Ignasius Jonan Sentil Malaysia dan Singapura soal Karhutla Indonesia
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Belakangan ramai di ruang publik berbagai keterangan tokoh politik dari Malaysia dan Singapura tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Ignasius Jonan pun buka suara dengan menyentil kedua negara tersebut.

Menurut Jonan, cara tokoh Singapura dan Malaysia tersebut tidak sesuai dengan framework ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh 10 negara ASEAN. Termasuk diantaranya Singapura dan Malaysia. 

”Semua negara ASEAN sepakat dalam framework ASEAN. Apakah Singapura atau Malaysia memiliki playbook yang berbeda. Ataukah hanya untuk bicara secara politis untuk melayani konstituennya. Saya pikir ini tidak akan menghasilkan solusi yang baik,” ucap Jonan dikutip dari video yang diunggah pada akun media sosial resminya pada Rabu (21/10).

Jika persoalan karhutla di Indonesia yang berdampak terhadap Malaysia dan Singapura ingin ditangani bersama, Jonan mengingatkan kedua negara tetangga itu ada jalur kerja sama. Dia menyatakan bahwa setiap negara harus memiliki peralatan, teknologi, dan personel yang cukup.

”Kalau menangani human trafficking bisa, menangani terorisme bisa bersama, menangani perdagangan obat bisa bersama, kenapa ini (karhutla) tidak? Kok tiba-tiba mengkritik secara terbuka? Kalau ada unsur kesengajaan, coba dicari bersama (solusinya), bekerjasama,” ajak Jonan. 

Lebih lanjut, Jonan menegaskan, jika memang perlu ada sanksi, dia mengajak semua pihak untuk bersikap adil. Menurut dia, ada perusahaan dari Malaysia dan Singapura yang turut andil menanamkan modal di Indonesia dan diduga ikut menyebabkan karhutla.

”Kalau ingin dikenakan sanksi secara fair dan optimal, kita duduk bareng, diselesaikan. Karena banyak juga perusahaan itu juga ada yang listed, kemungkinan listed di Singapura atau di Malaysia. Atau sebagian dimiliki oleh perusahaan yang didirikan di Singapura atau Malaysia,” imbuhnya. 

Di akhir video, Jonan menekankan bahwa bencana ekologi tidak semua bisa dihindari. Menurut dia, yang penting saat ini adalah kerja sama antar negara. Dia menyatakan, tidak perlu lagi kritik terbuka dan saling menghindar. Sebagai sesama negara ASEAN, Indonesia dan tetangga-tetangganya harus berhubungan baik.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.