JawaPos.com - Indonesia telah menandatangani nota kesepamahan Badr Initiative di Doha, Qatar, pada Rabu (21/10). Lewat kerja sama tersebut, Indonesia membuka peluang pengembangan dan produksi alat utama sistem persenjataan bersama Qatar, Turkiye, dan Pakistan.
Dalam kesepakatan tersebut, Barzan Holdings sebagai salah satu industri pertahanan (inhan) global menjadi perwakilan dari Qatar.
Bagi Indonesia, kerja sama tersebut merupakan langkah penguatan dalam upaya mengembangkan inhan dalam negeri dan kekuatan pertahanan negara.
Lewat Badr Initiative, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta kolaborasi kapabilitas industri akan dilakukan bersama-sama oleh 4 negara tersebut.
Terlebih saat ini Indonesia juga memiliki Republikorp sebagai salah satu inhan dalam negeri yang terus mengembangkan diri.
”Kerja sama ini membuka peluang produksi bersama, penelitian dan pengembangan, transfer teknologi, serta pelatihan teknis untuk memperkuat kemampuan industri pertahanan dan membangun rantai pasok yang lebih tangguh," ungkap Chairman Republikorp Norman Joesoef pada Sabtu (24/10).
Keputusan pemerintah menggandeng inhan lokal dalam kerja sama tersebut penting untuk memastikan pengembangan sumber daya manusia, teknologi, dan kemampuan manufaktur berjalan dengan baik.
Mengingat Badr Initiative dikembangkan dengan memanfaatkan potensi masing-masing negara.
Indonesia, Qatar, Turkiye, dan Pakistan punya kapasitas berbeda yang dapat saling melengkapi. Mulai dari pembiayaan dan investasi, teknologi dan rekayasa teknik, hingga manufaktur dan sumber daya manusia.
Pemanfaatan keunggulan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan kapabilitas inhan secara lebih terarah.