JAKARTA, iNews.id - Indonesia menghasilkan sekitar 1,9 juta ton limbah elektronik atau e-waste pada 2022. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan timbulan e-waste terbesar di dunia sekaligus yang tertinggi di Asia Tenggara.
Data Global E-Waste Monitor 2024 yang diterbitkan International Telecommunication Union (ITU) dan United Nations Institute for Training and Research (UNITAR) mencatat, e-waste merupakan perangkat atau peralatan listrik dan elektronik yang sudah tidak digunakan, rusak, usang, atau dibuang oleh pemiliknya.
Besarnya timbulan e-waste menjadi perhatian seiring semakin pesatnya penggunaan teknologi. Perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai tidak selalu harus berakhir sebagai sampah karena masih memiliki komponen dan material yang dapat dimanfaatkan kembali.