Jakarta -
Anggota Polres Lamongan Polda Jawa Timur, Ipda Purnomo, meraih penghargaan Santri Bhayangkara Inspiratif 2026 dalam ajang penganugerahan Santri of The Year 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi Ipda Purnomo dalam menjalankan misi kemanusiaan merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melalui yayasan yang didirikannya.
Puncak penganugerahan ajang Santri of The Year 2026 yang digelar oleh Islam Nusantara Center (INC) bekerja sama dengan DPR RI tersebut berlangsung di Graha Jalapuspita, Jakarta, Minggu (25/10/2026). Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Jazilul Fawaid, S.Q., M.A.
Usai menerima penghargaan, Ipda Purnomo menyampaikan rasa syukurnya. Polisi yang dikenal lewat aksi sosial kemanusiaannya ini menegaskan bahwa pengabdiannya kepada masyarakat dan santri sejalan dengan arah kebijakan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, yakni 'Polisi Bersama Masyarakat'.
"Polisi bersama masyarakat: hadir, berbuat, dan bermanfaat. Bergerak bersama masyarakat, tidak menutup juga dengan para santri. Semua dilakukan untuk menciptakan situasi aman dan nyaman di lingkungan masing-masing," ujar Ipda Purnomo.
Ipda Purnomo dan Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (Dok. Istimewa) |
Ipda Purnomo menyebut aksi nyata di lapangan dan sinergi bersama elemen santri ini membuktikan komitmen kepolisian yang selalu menyatu dengan masyarakat. Nama Ipda Purnomo dikenal luas berkat aksi sosialnya merawat ratusan ODGJ. Bersama istrinya, Purnomo mendirikan Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental di bawah Yayasan Berkas Sinar Abadi, yang menyediakan tempat tinggal, makanan, obat-obatan, serta kegiatan sosial dan keagamaan.
"Ini membuktikan, sesuai slogan Bapak Kapolri yang baru, Polisi Bersama Masyarakat," tegasnya.
Ipda Purnomo dan Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (Dok. Istimewa) Foto: Ipda Purnomo dan Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (Dok. Istimewa) |
Santri of The Year diselenggarakan untuk mengapresiasi tokoh dan figur berlatar belakang santri maupun pesantren yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Ajang ini menjadi wadah memperkenalkan keteladanan para santri kepada publik sekaligus memperkuat pengakuan terhadap pesantren sebagai pilar penting pembangunan SDM di Indonesia.
Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat 20 kategori penghargaan yang dianugerahkan kepada para figur dan lembaga inspiratif. Seluruh penerima penghargaan telah melewati proses penilaian dan survei ketat oleh dewan pakar serta dewan juri, dengan mempertimbangkan masukan masyarakat.
(haf/hri)