Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Iran Ingatkan Trump: Perang Baru Bisa Berlangsung Lebih Lama

Iran memperingatkan AS bahwa perang baru bisa berlangsung lebih lama daripada pertempuran sebelumnya, di tengah potensi serangan baru.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Iran Ingatkan Trump: Perang Baru Bisa Berlangsung Lebih Lama
Foto: Detik

Teheran -

Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa perang baru bisa berlangsung lebih lama daripada pertempuran sebelumnya. Peringatan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington masih harus "menangani" sejumlah target lainnya terkait Teheran.

Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang di Timur Tengah kerap diwarnai ancaman berulang dari AS dan Israel untuk kembali melancarkan pengeboman terhadap Iran. Beberapa waktu terakhir, negosiasi damai yang diupayakan para mediator, seperti Qatar dan Pakistan, menghadapi kebuntuan.

"Potensi perang di masa depan bisa berlangsung lebih lama daripada konflik sebelumnya, dan Presiden Amerika tidak akan berada dalam posisi untuk menentukan waktu atau syarat berakhirnya perang tersebut," tegas juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, seperti dilaporkan televisi pemerintah Iran dan dilansir AFP, Senin (2/11/2026).

Dalam fase paling sengit dari perang yang dimulai pada 28 Februari lalu -- yang dipicu serangan AS dan Israel terhadap Iran, pasukan Teheran membalas dengan melancarkan serangan rudal dan drone terhadap aset-aset militer Washington di seluruh kawasan Timur Tengah.

Kelompok-kelompok milisi yang beraliansi dengan Iran turut terlibat dalam pertempuran itu, termasuk Hizbullah di Lebanon hingga Houthi di Yaman. Sejauh ini, perang yang awalnya diprediksi berlangsung singkat ini masih terus berlanjut, dan memasuki bulan kedelapan, tanpa indikasi akan berakhir dalam waktu dekat.

Beberapa waktu terakhir, para pejabat militer dan politik Iran telah memberikan peringatan terhadap AS dan Israel di tengah potensi serangan terbaru. Peringatan dari Akraminia itu menggemakan peringatan serupa yang sebelumnya disampaikan pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

"Jika musuh sekali lagi melancarkan serangan militer atau teroris, maka Angkatan Bersenjata Republik Islam dan bangsa Iran-lah yang akan menentukan waktu dan kondisi untuk mengakhiri serangan tersebut," tegas Khamenei dalam peringatannya yang dilaporkan media pemerintah Iran.

Secara terpisah, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebbi, menegaskan kembali peringatan tertulis dari Mojtaba.

"Dalam konflik dengan Amerika, tidak ada batasan geografis, medan yang luas telah ditetapkan untuk menimbulkan kerugian bagi pihak musuh," tegasnya.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, dalam pernyataannya, mengharapkan agar "pihak lain akan bertindak rasional dan memilih jalur diplomasi". Namun Araghchi juga menambahkan jika Teheran "tetap siap, baik untuk pertahanan maupun diplomasi".

Trump Sesumbar Bisa Hancurkan Fasilitas Nuklir Iran dalam 10 Menit

Peringatan dari Akraminia itu disampaikan menyusul isyarat dari Trump soal AS dapat dengan cepat menyerang target-target yang tersisa di Iran. Trump bahkan sesumbar mengklaim bisa menghancurkan fasilitas-fasilitas yang dicurigai sebagai bagian program nuklir Iran dalam waktu "10 menit" saja.

Saat berbicara kepada wartawan di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida pada Sabtu (31/10), Trump mengklaim operasi militer AS telah sangat melemahkan militer dan infrastruktur nuklir Iran, sehingga hanya tersisa beberapa lokasi yang mungkin menjadi target serangan baru.

"Kita telah melumpuhkan program nuklir mereka. Masih ada, katakanlah, satu atau dua lokasi yang harus kita tangani, tetapi kita bisa melakukannya dalam 10 menit. Jadi, kita sudah memiliki rencananya," kata Trump dalam pernyataannya.

"Mungkin Anda bisa melihat ke Gunung Pickaxe, lokasi itu harus ditangani. Kita bisa melakukan semuanya dengan cepat," cetus Presiden AS itu, merujuk pada fasilitas yang dicurigai sebagai kompleks nuklir bawah tanah Iran.

Pemerintah Iran telah membantah adanya aktivitas nuklir apa pun di lokasi tersebut.

(nvc/dhn)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.