Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Isi Kuliah Umum di China, Mentrans Bicara Potensi Kawasan Transmigrasi RI

Menteri Iftitah membeberkan langkah-langkah memajukan kawasan transmigrasi di Indonesia saat mengisi kuliah umum di Peking University, China.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Isi Kuliah Umum di China, Mentrans Bicara Potensi Kawasan Transmigrasi RI
Foto: Detik

Jakarta -

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan kuliah umum di Institute of South-South Cooperation and Development (ISSCAD), Peking University, China. Menteri Iftitah membeberkan langkah-langkah memajukan kawasan transmigrasi di Indonesia.

"Indonesia memiliki kekuatan yang luar biasa. Kita menghasilkan mangga, salak, durian. Anda suka durian?" kata Menteri Iftitah saat memberikan kuliah umum di Peking University, Beijing, China, Senin (12/10/2026).

Iftitaf mengatakan Indonesia memiliki komoditas yang bisa bersaing di pasar global. Jadi, kata dia, tugas yang harus dilakukan saat ini adalah mengembangkan dan memperluas pasar.

"Tugas kita adalah mengembangkan lebih banyak industri dan jaringan pasar yang mampu mengubah potensi tersebut menjadi lapangan kerja yang layak serta pendapatan yang lebih baik bagi masyarakat di berbagai daerah kita," ucap dia.

"Jadi, pertanyaannya bukanlah apakah Indonesia memiliki potensi, kita memang memilikinya. Pertanyaannya adalah bagaimana kita menghubungkan potensi tersebut dengan industri yang produktif dan memastikan masyarakat di setiap daerah dapat turut menikmati peluang yang ada. Itulah sebabnya saya meyakini bahwa transmigrasi harus bertransformasi menjadi upaya industrialisasi di luar Pulau Jawa," jelasnya.

Iftitah mengatakan bahwa transmigrasi memiliki sejarah panjang di Indonesia. Saat ini, kata dia, pemerintah mengembangkan sejarah tersebut sembari mengarahkannya untuk mendukung tujuan pembangunan yang lebih luas.

"Penyediaan permukiman tetaplah penting, namun permukiman semata tidak dapat menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan. Masyarakat membutuhkan pekerjaan produktif, akses ke pasar, serta kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan usaha mereka," ucap dia.

Iftitah melanjutkan bahwa berbagai daerah di Indonesia memiliki keunggulan yang beragam. Ada yang memiliki potensi pertanian, sementara yang lain memiliki potensi perikanan, mineral, hingga energi.

"Tantangannya adalah menghubungkan keunggulan-keunggulan tersebut dengan sektor pengolahan, logistik, teknologi, investasi, dan tenaga kerja terampil. Itulah yang saya maksud dengan industrialisasi di luar Pulau Jawa," sebut dia.

Lima Program Unggulan Kementrans

Iftitah kemudian menjelaskan 5 program unggulan Kementrans. Pertama adalah program Trans Tutas.

"Program Trans Tuntas menangani masalah terkait lahan. Program Trans Lokal berfokus pada partisipasi masyarakat setempat. Program Trans Patriot menghubungkan para peneliti dan profesional muda dengan tantangan-tantangan praktis di lapangan," jelasnya.

Program keempat adalah Trans Karya Nusa. Program ini berfokus pada pembangunan industrialisasi, hilirisasi komoditas unggulan, dan penciptaan lapangan kerja yang sesuai dengan potensi masing-masing kawasan.

Kelima adalah Trans Gotong Royong. Program ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.

"Saya memandang program-program ini sebagai sarana untuk mencapai tujuan besar, membantu pertumbuhan ekonomi daerah dengan cara yang menciptakan peluang nyata bagi masyarakat," pungkasnya.

Kuliah umum ini dihadiri oleh para mahasiswa China, mahasiswa internasional dan hadir pula sejumlah profesor.

(lir/ygs)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.