Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Isreal Serang Desa Jamla di Suriah, Tembak Mati Pria Difabel

Seorang penyandang disabilitas tewas akibat tembakan militer Israel saat penyusupan di desa Suriah. Suriah mengecam ini sebagai pelanggaran hukum internasional

Detik 2 menit baca 0 komentar
Isreal Serang Desa Jamla di Suriah, Tembak Mati Pria Difabel
Foto: Detik

Damaskus -

Seorang penyandang disabilitas tewas terkena tembakan militer Israel. Aksi penembakan ini di tengah sebuah operasi penyusupan oleh Israel ke sebuah desa di Suriah.

Dilansir dari AFP, Kamis (22/10/2026), militer Israel telah melancarkan ratusan serangan di Suriah dan sering melakukan penyusupan ke wilayah negara itu sejak kelompok Islamis menggulingkan penguasa lama Suriah, Bashar al-Assad, pada Desember 2024.

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan bahwa "seorang warga sipil penyandang disabilitas tewas pada hari Kamis akibat tembakan dari pasukan pendudukan Israel saat mereka menyusup ke desa Jamla" di provinsi Daraa.

Laporan tersebut menyebutkan pasukan Israel memasuki sebuah lingkungan permukiman dan menempatkan penembak jitu di atap-atap bangunan setelah membombardir area tersebut pada Rabu (21/10) malam.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam keras "kejahatan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel", seraya menambahkan bahwa "menargetkan warga sipil merupakan pelanggaran berat" terhadap hukum internasional.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa "penyusupan dan serangan terus-menerus terhadap warga Suriah merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan" Suriah serta "ancaman bagi keamanan dan stabilitas kawasan". Pihaknya mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel agar "menghormati aturan hukum internasional".

Setelah tergulingnya Assad, Israel mengirimkan pasukan ke zona penyangga yang diawasi PBB-wilayah yang sejak 1974 memisahkan pasukan Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan (yang sebagian diduduki Israel).

Israel juga telah berulang kali menyusup lebih jauh ke dalam wilayah Suriah-terkadang menangkap penduduk setempat-dan bersumpah untuk tetap menempatkan pasukannya di apa yang mereka sebut sebagai "zona keamanan" di Suriah selatan, di mana mereka berencana menciptakan kawasan demiliterisasi yang luas.

Menurut laporan SANA, dalam beberapa hari terakhir, pasukan Israel juga mencabut pepohonan di kebun zaitun di provinsi Quneitra, Suriah selatan. SANA melaporkan bahwa pepohonan di area seluas sekitar 1,3 hektare di dekat desa Saida telah dihancurkan.

Desa tersebut berbatasan langsung dengan zona penyangga tempat militer Israel tengah membangun benteng pertahanan.

"Tank-tank masuk ke lahan saya tanpa peringatan apa pun," ujar Mohammad Ali al-Shaghla (58), pemilik lahan tersebut, kepada AFP.

"Mereka menebang dan menghancurkan sekitar 400 pohon selama penyusupan tersebut," lanjutnya.

(isa/ygs)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.