Madiun -
Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya yang masih berusia 4 tahun muncul ke publik. Ia bercerita soal mesin giling dan cerobong yang dibuat oleh Bagus di rumahnya.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya yang masih berusia 4 tahun muncul ke publik.
Madiun -
Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya yang masih berusia 4 tahun muncul ke publik. Ia bercerita soal mesin giling dan cerobong yang dibuat oleh Bagus di rumahnya.
Martha mengaku tahu soal mesin giling yang dibeli oleh suaminya. Namun ia tak mengetahui pasti alat tersebut untuk menggiling jasad Dini dan anaknya. Sebab saat itu, ia tak menanyakan secara langsung aktivitas Bagus saat di belakang rumah.
"Jadi beli mesin pencacah itu saya tahu juga mesin pencacah itu datang, ada dua temannya yang membantu menurunkan. Tapi saya juga tidak tanya itu untuk apa, bagaimana penggunaannya?" kata Martha, seperti dilansir detikjatim, Senin (2/11/2026).
Martha juga mengetahui setelah mesin giling itu dikeluarkan dari rumahnya. Namun lagi-lagi, ia tak sempat menanyakan ke Bagus kenapa dikeluarkan dari rumah dan kegunaannya.
"Kemudian pada saat mesin pencacah itu dibawa keluar juga saya membuka pintu juga orang yang dimintai tolong untuk membawa alat itu keluar begitu. Saya pun menawari kopi di situ, buat kopi juga, tapi saya kemudian ke dalam lagi," ujar Martha.
"Jadi kalau pertanyaannya adalah apakah saya mengetahui mesin pencacah itu ada, iya, saya mengetahui, tapi saya tidak tahu apa penggunaannya dan untuk apa," imbuhnya.
Sedangkan untuk tungku bakar atau cerobong, Martha juga mengaku tak menaruh curiga dengan bangunan itu. Sebab ia sempat menanyakan ke tukang untuk keperluan membakar sampah.
"Kemudian untuk cerobong, saya tahu cerobong itu dibuat karena kan memang ada tukang yang datang di situ dan saya juga kenal dengan tukangnya. Jadi, ya (tanya) mau bikin apa, cerobong untuk sampah ya sudah hanya sebatas itu," ungkap Martha.
"Karena memang kalau dia (Bagus) di rumah memang ya rajin bersih-bersih kemudian apa, misalnya saat turunin bonsai ataupun motong-motong apa, itu memang biasanya berakhir memang dibakar begitu di pojokan sana," tandas Martha.
Baca selengkapnya di sini
(idh/dhn)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.