JAKARTA, iNews.id - Pengguna sepeda motor matik perlu mengenali tanda-tanda kerusakan Continuously Variable Transmission (CVT) agar terhindar dari risiko motor mogok di jalan. Salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian adalah drive belt atau v-belt yang berfungsi menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang.
Komponen ini bekerja di dalam rumah CVT sehingga kondisinya tidak dapat dipantau secara langsung dari luar. Seiring pemakaian, v-belt dapat mengalami keausan yang berpotensi mengganggu kinerja transmisi jika tidak diperiksa secara berkala.
Sebab itu, pengendara perlu peka terhadap perubahan suara dan respons motor saat digunakan. Pemeriksaan rutin juga penting untuk mendeteksi potensi kerusakan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
