Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Jateng Sabet Mandaya Award 2026, Provinsi Terbaik Turunkan Kemiskinan

Pemprov Jateng raih Mandaya Award 2026 sebagai Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan, pengakuan atas upaya pemberdayaan masyarakat.

CNN Indonesia 3 menit baca 0 komentar
Jateng Sabet Mandaya Award 2026, Provinsi Terbaik Turunkan Kemiskinan
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meraih penghargaan Mandaya Award 2026 dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Penghargaan itu diberikan untuk kategori Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan.

Dalam kategori tersebut, Jawa Tengah bersanding dengan tiga provinsi lain, yakni Lampung, Gorontalo, dan Sumatera Selatan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima langsung penghargaan itu pada Puncak Penganugerahan Mandaya Award di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).

Acara tersebut dihadiri Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, serta sejumlah menteri dan wakil menteri terkait. Luthfi menyebut penghargaan ini sebagai pengakuan atas upaya Jawa Tengah mengentaskan kemiskinan, termasuk melalui pemberdayaan masyarakat.

"Provinsi Jawa Tengah telah mendapatkan Mandaya Awards, salah satu provinsi yang mempunyai kepedulian terkait dengan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Ini adalah pengakuan secara nasional yang diberikan oleh Menko kepada Jawa Tengah dan kabupaten/kota," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10).

Sebagai informasi, angka kemiskinan di Jawa Tengah per Maret 2026 tercatat sebesar 9,21 persen atau 3,29 juta penduduk. Angka itu turun 0,18 persen dibandingkan September 2025 yang sebesar 9,39 persen.

Luthfi menilai capaian penurunan tersebut perlu dijaga melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Pihak yang terlibat mencakup pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, pemerintah desa, kementerian dan lembaga, Baznas Jateng.

Pihaknya juga ikut mengapresiasi sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pemberdayaan masyarakat juga diperkuat melalui program Kecamatan Berdaya.

"Pemerintah Provinsi tidak bisa berdiri sendiri, kita menerapkan collaborative goverment (pemerintahan kolaboratif) dengan berbagai pihak termasuk 177 kampus. Akademisi kita terjunkan untuk membantu mereduksi kemiskinan," ucap dia.

Di samping pemerintah provinsi, sejumlah kabupaten di Jawa Tengah turut menerima penghargaan. Kabupaten Kebumen, Pemalang, dan Wonosobo meraih kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan.

Adapun Kabupaten Pekalongan menerima penghargaan untuk kategori Pemerintah Kabupaten Berkomitmen Tinggi dalam Penurunan Kemiskinan.

"Ini bukti bahwa output daripada kegiatan pembangunan adalah masyarakat bisa berdaya dan sejahtera," ungkap Luthfi.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Penurunan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini, mengatakan ada tiga strategi yang dikembangkan untuk menurunkan angka kemiskinan. Strategi pertama berupa pemberian bantuan kepada kelompok yang benar-benar tidak mampu dan rentan.

Strategi kedua adalah pengurangan kantong-kantong kemiskinan melalui program 1 OPD 1 Desa Dampingan. Program itu, menurut Syamsudin, sudah berjalan efektif lebih dari lima tahun.

Strategi ketiga adalah pemberdayaan masyarakat yang berdampak signifikan karena dijalankan bersama pihak swasta dan instansi vertikal lain. Pemberdayaan itu mencakup pelatihan serta pemberian modal dari pemerintah, CSR, Baznas, dan pihak lainnya.

Sementara itu, Muhaimin Iskandar mengatakan Mandaya Award menjadi simbol transformasi pengentasan kemiskinan di Indonesia. Menurut dia, pendekatan tidak lagi berpusat pada bantuan sosial, tetapi bergeser pada pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan itu termasuk pemberian pendidikan layak bagi anak keluarga miskin atau kurang mampu melalui Sekolah Rakyat. Ia menambahkan, turunnya angka kemiskinan di Indonesia dalam dua tahun terakhir tidak lepas dari peran banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, hingga swasta.

"Kita ingin mendorong transformasi dengan memberdayakan masyarakat untuk menjadi negara kuat dan mandiri," pungkas Muhaimin.

(rir)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.